Ratusan Orang di Spanyol Meninggal Dunia Imbas Gelombang Panas yang Menerjang Eropa

Gelombang panas yang melanda Spanyol selama beberapa hari telah menewaskan sedikitnya 360 orang. Pada 10 Juli, hari pertama gelombang panas melanda Spanyol, total 15 kematian terkait cuaca panas tercatat.

Bacaan Lainnya

Sejak itu, jumlah kematian meningkat setiap hari. Surat kabar lokal, La Vanguardia melaporkan bahwa ada 123 kematian akibat gelombang panas tercatat pada pekan lalu, meningkat dari 60 orang pada dua hari sebelumnya karena suhu melebihi 40 derajat Celcius di beberapa bagian Spanyol.

Panas ekstrem juga merenggut nyawa dua pria di Spanyol akhir pekan lalu. Seorang pria berusia 50 tahun di Torrejon de Ardoz, pinggiran kota Madrid meninggal kemarin setelah menderita heat stroke saat jalan-jalan. Sedangkan sehari sebelumnya, seorang pekerja kebersihan meninggal karena heat stroke saat bekerja Jumat lalu.

Suhu di Bandara Madrid-Barajas mencapai 42,2 derajat Celcius pada Kamis, memecahkan rekor suhu tertinggi yang pernah tercatat bulan ini. Spanyol juga melaporkan 93 kematian akibat cuaca panas hari itu.

Kota Seville menjadi salah satu lokasi yang mencatatkan suhu tertinggi di Spanyol dengan pembacaan termometer yang melonjak di atas 40,6 derajat Celcius selama sembilan hari berturut-turut.

Tidak hanya itu, Pihak berwenang melaporkan sekitar 20 kebakaran hutan masih berkobar dan tak terkendali di beberapa wilayah berbeda di Spanyol dari selatan hingga Galicia, barat laut negara itu. Kebakaran menghanguskan 4.500 hektare lahan hingga kemarin.

Kebakaran hutan di Spanyol telah menewaskan sejumlah petugas darurat sejak pekan lalu, sementara yang terbaru, seorang petugas pemadam kebakaran tewas saat memadamkan api di barat laut negara.

Terbaru, pemadam kebakaran berhasil mengendalikan kebakaran besar yang menghancurkan 20.000 hektar hutan dan semak di Andalusia. Kebakaran dimulai Jumat lalu di Pegunungan Mijas Range, pedalaman Spanyol dan memaksa sekitar 3.000 orang mengungsi.

Sementara itu, seorang petugas pemadam kebakaran meninggal karena luka bakar saat mencoba memadamkan api di provinsi Zamora, barat laut Spanyol.

Wilayah Eropa barat menjadi salah satu wilayah dengan dampak terparah akibat gelombang panas. Kebakaran hebat di Prancis, Yunani, Portugal dan Spanyol menghancurkan ribuan hektar lahan dan memaksa ribuan penduduk lokal dan turis mengungsi.

Itu adalah gelombang panas kedua yang melanda Eropa barat daya dalam hitungan minggu. Para ilmuwan menyalahkan gelombang panas dan kekeringan sebagai penyebab terjadinya cuaca ekstrem.

Di Prancis, situasi semakin memburuk di wilayah Girondem barat laut negara itu di mana petugas pemadam kebakaran bekerja untuk mengendalikan kebakaran hutan yang telah menghancurkan hampir 11.000 hektar hutan sejak Selasa lalu.

Kebakaran hutan di Prancis memaksa lebih dari 16.000 orang termasuk penduduk dan turis mengungsi. Sebanyak empat shelter telah dibangun untuk menampung mereka.

Kementerian Dalam Negeri Prancis mengumumkan bahwa mereka akan mengerahkan tiga pengebom air dan 200 petugas pemadam kebakaran tambahan selain lebih banyak mobil pemadam kebakaran untuk mencoba memadamkan api.