
Lumajang, (DOC) – Seorang pria bernama Alim (42), warga Dusun Jowoan, Desa Blukon, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, ditemukan meninggal dunia di dalam sumur sedalam 10 meter pada Senin (29/6/2026) pagi.
Korban diduga kuat nekat mengakhiri hidupnya lantaran mengalami depresi.Proses evakuasi jasad korban berlangsung dramatis karena melibatkan tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Lumajang.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengonfirmasi bahwa petugas harus menggunakan peralatan penyelamatan lengkap (rescue) untuk turun ke dalam sumur yang berdiameter sempit tersebut.
“Tadi sekitar pukul 06.00 WIB jasad korban berhasil kami evakuasi dari dalam sumur. Setelah dilakukan pemeriksaan medis di lokasi, yang bersangkutan dinyatakan sudah meninggal dunia,” ujar Isnugroho saat dikonfirmasi, Senin (29/6/2026).
Sementara itu, Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, membeberkan kronologi penemuan jasad korban. Peristiwa bermula pada Senin dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Ibu kandung korban, Bawon, terbangun dari tidurnya dan langsung memeriksa kamar Alim.
Namun, saat itu Alim tidak berada di tempat tidurnya. Merasa curiga, sang ibu berusaha mencari korban di sekitar area rumah, tetapi tidak membuahkan hasil.
“Karena tidak ditemukan, ibu korban kemudian meminta bantuan kepada Kepala Dusun untuk bersama-sama melakukan pencarian. Akhirnya, korban ditemukan sudah berada di dalam sumur dengan kedalaman sekitar 10 meter dan diameter hanya 80 sentimeter,” jelas Suprapto.
Mengetahui kondisi korban berada di dalam sumur, perangkat desa langsung menghubungi pihak kepolisian.
“Petugas Polsek Lumajang Kota bersama tim BPBD dan Damkar Kabupaten Lumajang segera mendatangi TKP untuk melakukan proses evakuasi,” imbuhnya.
Alami Depresi Sejak Sepekan Terakhir
Berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan dari pihak keluarga, Alim diketahui menunjukkan perubahan perilaku dan mengalami depresi selama satu minggu terakhir.
“Keterangan keluarga menyatakan korban sudah sekitar satu minggu ini mengalami depresi. Korban kerap tidak merespons atau diam saja saat diajak bicara. Namun, selama ini korban tidak memiliki riwayat penyakit fisik apa pun,” kata Suprapto.
Polisi juga memastikan bahwa hubungan internal antara korban dan keluarganya selama ini harmonis. Korban juga diketahui tidak memiliki permasalahan pribadi atau permusuhan dengan orang lain di lingkungannya.
Setelah berhasil diangkat dari dalam sumur, jasad Alim langsung menjalani pemeriksaan luar oleh bidan desa setempat untuk memastikan penyebab kematian.
“Hasil pemeriksaan luar menyatakan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. Sehingga disimpulkan, diduga kuat korban melakukan aksi bunuh diri dengan cara melompat ke dalam sumur,” tutur Suprapto.
Pihak keluarga menyatakan telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan proses autopsi mendalam di rumah sakit.
“Keluarga sudah menerima dengan ikhlas kematian korban, tidak menghendaki autopsi, dan bersedia membuat surat pernyataan resmi,” pungkasnya.





