Demi Data Akurat, Petugas Sensus Ekonomi Lumajang Rela Terobos Jalur Lahar Semeru

Demi Data Akurat, Petugas Sensus Ekonomi Lumajang Rela Terobos Jalur Lahar SemeruLumajang,(DOC) – Petugas lapangan menjadi ujung tombak keberhasilan Sensus Ekonomi (SE) 2026. Mereka harus menghadapi berbagai tantangan agar setiap pelaku usaha tercatat dan menghasilkan data yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan.

Salah satunya Hendra Septyantoro (31), petugas mitra Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lumajang. Setiap hari, Hendra melintasi kawasan rawan bencana Gunung Semeru untuk mendata pelaku usaha di wilayah terdampak erupsi.

Bacaan Lainnya

Sabtu (27/6/2026), Hendra kembali menyeberangi jalur lahar Sungai Regoyo menuju Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro. Jalur itu menjadi satu-satunya akses menuju lokasi pendataan.

Berangkat Pagi Hindari Ancaman Banjir Lahar

Hendra mengaku selalu mewaspadai ancaman banjir lahar, terutama ketika hujan mengguyur kawasan hulu Semeru. Karena itu, ia memilih memulai perjalanan lebih pagi agar dapat menyelesaikan pendataan dengan aman.

“Rasa khawatir pasti ada. Jalur menuju dusun harus melewati aliran lahar karena memang belum ada akses alternatif. Saya memilih berangkat lebih pagi agar tidak terjebak banjir lahar yang biasanya terjadi saat sore hari,” ujar Hendra.

Datangi Warga Berulang Kali Demi Data Lengkap

Selain menghadapi medan berat, Hendra juga harus menyesuaikan waktu dengan aktivitas warga. Banyak pelaku usaha sedang bekerja atau berada di luar rumah saat petugas datang sehingga ia harus kembali beberapa kali.

Dalam sehari, Hendra menargetkan pendataan 10 hingga 12 unit usaha. Namun, ia kerap mendatangi alamat yang sama hingga dua atau tiga kali agar memperoleh data yang lengkap.

“Kuncinya sabar dan tetap ramah supaya masyarakat merasa nyaman serta bersedia memberikan informasi yang dibutuhkan,” katanya.

Hendra menilai akurasi data menjadi faktor utama keberhasilan Sensus Ekonomi. Menurutnya, pemerintah membutuhkan data yang valid untuk menyusun kebijakan pembangunan dan program pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Kalau datanya tidak akurat, yang dirugikan justru masyarakat sendiri. Saya berharap hasil sensus ini bisa membantu pemerintah menyusun kebijakan dan memastikan bantuan benar-benar diterima oleh yang membutuhkan,” tuturnya.

Baca Juga:  Wamenkumham RI Apresiasi Inovasi Layanan Lapas Lumajang

BPS Pastikan Seluruh Aktivitas Ekonomi Terdata

Kepala BPS Kabupaten Lumajang, Mochammad Sonhaji, mengatakan Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya mendata usaha yang tampak secara fisik. Petugas juga menyasar berbagai aktivitas ekonomi yang selama ini belum seluruhnya masuk dalam pendataan.

“Ada kemungkinan di rumah tangga terdapat usaha yang tidak kasat mata, seperti jasa konstruksi maupun usaha berbasis online. Seluruh aktivitas ekonomi tersebut menjadi sasaran pendataan dalam Sensus Ekonomi 2026,” jelas Sonhaji.

Menurut Sonhaji, Petugas Pemeriksa Lapangan (PML) bersama Koordinator Statistik Kecamatan (KOSEKA) memeriksa seluruh hasil pendataan secara berjenjang. Proses tersebut menjaga kualitas, validitas, dan akurasi data sensus.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Lumajang melepas 1.161 petugas Sensus Ekonomi pada 10 Juni 2026. Mereka melakukan pendataan mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 untuk memotret aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari usaha mikro, jasa rumahan, hingga perdagangan berbasis digital. (r7)

Pos terkait