Tiga Jemaah Haji Lumajang Masih Dirawat di Madinah, Kepulangan Tertunda

Tiga Jemaah Haji Lumajang Masih Dirawat di Madinah, Kepulangan Tertunda
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Lumajang, Umar Hasan menjelaskan masih ada tiga jemaah yang belum kembali ke Indonesia karena sakit. (Foto:Ist)

Lumajang (DOC) – Proses kepulangan jemaah haji asal Kabupaten Lumajang dari Arab Saudi belum sepenuhnya tuntas. Hingga Jumat (26/6/2026), tiga jemaah masih harus menjalani perawatan di Madinah karena kondisi kesehatan yang belum memungkinkan untuk melakukan penerbangan kembali ke tanah air.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Lumajang, Umar Hasan, mengatakan dua jemaah dari Kloter 99, yakni Badhowi dan Sumaris, masih berada di bawah penanganan tim medis akibat mengalami gejala hyponatremia atau kadar natrium dalam darah yang rendah.

Bacaan Lainnya

“Keduanya masih dirawat di Madinah sehingga belum bisa bergabung dengan rombongan kepulangan kloter kami. Berdasarkan keterangan dokter, mereka diperkirakan membutuhkan perawatan satu hingga dua hari lagi sebelum dinyatakan layak terbang,” ujar Umar Hasan.

Menurutnya, kedua jemaah tersebut termasuk kategori risiko tinggi ringan karena faktor usia yang sudah lanjut. Meski demikian, kondisi keduanya terus dipantau dan diharapkan segera pulih agar dapat dipulangkan bersama kloter berikutnya.

Sementara itu, dari Kloter 100 terdapat satu jemaah atas nama Mauhakam yang harus menjalani rawat inap setelah mengalami serangan stroke.

“Alhamdulillah kondisinya sudah stabil, meskipun masih menjalani perawatan dan belum dipindahkan dari ruang perawatan intensif. Untuk sementara beliau belum bisa dipastikan kapan akan dipulangkan,” katanya.

Umar Hasan menambahkan, beberapa jemaah lain sempat mendapatkan perawatan medis, namun kini telah dinyatakan layak mengikuti penerbangan menuju Indonesia.

Salah satunya adalah Fadhol yang sebelumnya dirawat akibat gangguan jantung. Setelah kondisi kesehatannya membaik, ia diperbolehkan kembali ke hotel dan mengikuti jadwal kepulangan bersama rombongan.

Selain itu, Amsi dan Sugianto juga sempat menjalani observasi medis karena keluhan penyakit jantung, tekanan darah, dan gangguan lambung. Keduanya telah memperoleh izin dari dokter untuk kembali bersama kloter.

Untuk Kloter 98, Umar Hasan menjelaskan seorang jemaah bernama Narto memang baru keluar dari rumah sakit menjelang jadwal kepulangan. Meski dinyatakan layak terbang, pihaknya telah meminta keluarga menyiapkan ambulans saat penjemputan di Asrama Haji Sukolilo Surabaya sebagai langkah antisipasi.

Baca Juga:  Bupati Thoriqul Haq Berharap Mahameru Akustik Menjadi Event Tahunan di Lumajang

“Kondisinya memungkinkan untuk terbang, hanya saja kami meminta agar penjemputan menggunakan ambulans demi menjaga keselamatan dan kenyamanan beliau,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan hingga kini pihaknya masih menunggu laporan lengkap kondisi jemaah pada Kloter 101 yang menjadi rombongan terakhir asal Lumajang.

“Data kesehatan jemaah bersifat dinamis. Ada yang sebelumnya diperkirakan belum layak terbang, tetapi setelah pemeriksaan terakhir ternyata sudah bisa bergabung dengan rombongan,” ungkap Umar Hasan.

Secara keseluruhan, sebanyak 1.256 jemaah haji asal Kabupaten Lumajang dijadwalkan kembali ke Indonesia pada musim haji tahun ini. Jumlah tersebut merupakan total jemaah yang pulang setelah dua jemaah sebelumnya wafat di Tanah Suci saat menjalankan rangkaian ibadah haji.

Pos terkait