TNBTS Ditutup Sebagian Akibat Kebakaran yang Belum Padam

TNBTS Ditutup Sebagian Akibat Kebakaran yang Belum Padam
Ilustrasi kebakaran Karthula. (Foto: Ist)

Probolinggo, (DOC) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menerjang kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) memaksa pengelola menutup sebagian jalur masuk wisata sejak awal pekan ini. Langkah tegas diambil untuk menjamin keselamatan pengunjung sekaligus mengoptimalkan operasi pemadaman di lapangan.

Akses wisata yang resmi ditutup sementara meliputi pintu Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang, serta pintu Senduro di Kabupaten Lumajang. Sementara itu, pintu Cemoro Lawang (Probolinggo) dan Wonokitri (Pasuruan) hanya dibuka secara terbatas hingga kawasan Lautan Pasir, sedangkan area Savana steril sepenuhnya dari aktivitas wisatawan.

Bacaan Lainnya

“Keselamatan pengunjung menjadi prioritas kami. Penutupan sebagian akses dilakukan agar operasi pemadaman dapat berlangsung optimal sekaligus melindungi masyarakat dari potensi bahaya,” ujar Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha.

Hingga Rabu (5/8/2026) malam, api di kawasan Blok Watu Gede dilaporkan masih aktif menghanguskan vegetasi savana, cemara gunung, pakis, hingga semak belukar. Petugas gabungan yang terdiri dari Manggala Agni, Balai Besar TNBTS, TNI, Polri, BPBD, hingga relawan menghadapi medan lereng yang curam, vegetasi kering, serta keterbatasan pasokan air di lokasi.

Awal mula titik api terdeteksi melalui Sistem Pemantauan Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi+) milik Kementerian Kehutanan pada Selasa (4/8/2026) sebelum akhirnya diverifikasi oleh tim darat. Distribusi air kini terus diupayakan menggunakan truk tangki ke titik-titik yang masih terjangkau personel.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, menegaskan penanganan tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga pada penegakan hukum dan pemulihan ekosistem.

“Bromo bukan hanya destinasi wisata, tetapi kawasan konservasi yang menopang kehidupan masyarakat. Api harus segera dikendalikan, penyebabnya diungkap, dan kawasan dipulihkan,” tegas Dwi.

Pengelola memastikan pembukaan kembali jalur wisata secara penuh baru akan dilakukan setelah kondisi medan benar-benar dinyatakan aman dari sebaran api.

Pos terkait