
Surabaya, (DOC) – Di saat lagu kebangsaan Indonesia Raya bergema di seluruh negeri menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia (RI) pada 17 Agustus 2026, tangis bayi mulai terdengar di lorong-lorong RSIA Kendangsari Merr, Surabaya. Di balik pintu ruang persalinan, bukan hanya semangat kemerdekaan yang hadir, melainkan sebuah perjuangan tentang melahirkan kehidupan baru. Dua insan kecil hadir melengkapi kebahagiaan keluarga, menjadikan tanggal bersejarah ini kian tak terlupakan.
Fajar belum sepenuhnya menyingsing ketika suasana haru menyelimuti ruang bersalin. Tepat pukul 05.40 WIB, seorang bayi berjenis kelamin perempuan lahir secara spontan (tidak direncanakan).
Tak berhenti di situ, senja pun membawa cerita perjuangan tersendiri di momen kemerdekaan tersebut. Pukul 17.45 WIB, sorot mata penuh cemas di ruang operasi berubah menjadi senyum lega saat seorang bayi laki-laki lahir melalui tindakan operasi sesar atas indikasi medis.
Kepala Humas RSIA Kendangsari Merr, Dyna mengungkapkan bahwa seluruh proses persalinan berjalan lancar tanpa kendala. “Ibu dan kedua bayi dalam kondisi sehat walafiat. Meskipun persalinan ini tidak pernah direncanakan jauh hari untuk bertepatan dengan hari kemerdekaan, setiap kelahiran tetap menjadi momen ajaib yang tak ternilai bagi keluarga,” tutur Dyna, Selasa (18/8/2026).
Mengenai pemberian nama, pihak rumah sakit menyerahkan sepenuhnya kepada keputusan penuh orang tua yang kini tengah diselimuti rasa syukur. Sebagai bentuk kasih dan apresiasi di hari istimewa ini, RSIA Kendangsari Merr memberikan hadiah spesial berupa jajaran produk perawatan ibu dan bayi serta voucher layanan khusus.
Menurutnya, momen kelahiran bayi tepat di hari kemerdekaan merupakan kebahagian tersendiri bagi para tenaga medis, dokter, bidan, dan perawat yang tetap bertugas pada hari libur nasional.
“Libur nasional tidak mengurangi komitmen kami dalam memberikan pelayanan. Dokter, perawat serta bidan tetap siap bertugas secara profesional untuk mendampingi setiap proses persalinan. Bagi kami, memberikan pelayanan terbaik kepada pasien adalah bagian dari tanggung jawab profesi,” pungkasnya.





