80 Jemaah Haji Indonesia Jatuh Sakit Saat Wukuf di Padang Arafah

Jakarta (DOC) – Sedikitnya 80 jemaah asal Indonesia jatuh sakit saat melaksanakan wukuf di Padang Arafah.
Para jemaah haji ini ditangani oleh Pos kesehatan (Poskes) Arafah sejak 9 Zulhijjah pukul 08.35 WAS atau 27 Juni 2023. 80 jemaah haji ini dirujuk ke sejumlah rumah sakit di Arab Saudi.

Bacaan Lainnya

Pos kesehatan (Poskes) Arafah mulai beroperasi pada 8 Dzulhijjah atau 26 Juni 2023 pukul 06.00 WAS. Petugas pos memberikan pelayanan kesehatan kepada jemaah haji yang melaksanakan wukuf.

Kasie Kesehatan Daerah Kerja (Daker) Bandara juga sebagai Penanggung Jawab Poskes Arafah Imron Cahyono menyampaikan, pasien pertama Poskes Arafah masuk pukul 13.28 WAS.

Hingga saat ini sudah ada 7 jemaah haji yang wafat saat wukuf di Arafah. Yaitu 3 jemaah haji wafat, 1 jemaah wafat di RSAS di Arafah, 1 jemaah wafat di tenda, dan 1 jemaah wafat di Poskes Arafah.

Pelayanan kesehatan di Poskes Arafah disiagakan 40 tenaga kesehatan yang terdiri dari gabungan tenaga kesehatan bandara dan BKO dari KKHI Makkah dan Madinah.

Tenaga kesehatan yang diterjunkan yakni 13 dokter spesialis, 5 dokter umum, 16 perawat, 3 farmasi, 1 elektromedik,1 rekam medis dan 1 Siskohatkes.

“Tahun ini kami siagakan 40 tenaga kesehatan untuk pelayanan kesehatan di Poskes Arafah,” tutur Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Liliek Marhaendro Susilo, A.K, M.M, dikutip Rabu (28/6).

Kapus Liliek menyampaikan, lokasi Poskes Arafah sangat dekat dengan tenda jemaah haji. Karena itu sangat memudahkan jemaah haji untuk mengakses pelayanan kesehatan.

Selain Poskes Arafah, ada juga Poskes yang didirikan oleh pemerintah Arab Saudi.

Saat ini jemaah haji mulai bergerak dari Arafah menuju Muzdalifah, jemaah haji sakit yang tersisa di Poskes Arafah akan dikirim ke KKHI Makkah untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. (tbn)