Surabaya Defisit 1.800 Pengajar, Reni Astuti Desak Pemenuhan Guru Segera Dipercepat

Surabaya Defisit 1.800 Pengajar, Reni Astuti Desak Pemenuhan Guru Segera Dipercepat

Surabaya, (DOC) – Potret buram pendidikan di Kota Surabaya terkuak saat anggota Komisi X DPR RI, Reni Astuti, menggelar kunjungan reses ke SMP Negeri 23 Surabaya di kawasan Rungkut, Selasa (27/10/2026).

Bacaan Lainnya

Di balik semangat belajar para siswa, sekolah ini harus berjuang mengatasi krisis tenaga pendidik yang cukup memprihatinkan.

Kepala SMPN 23 Surabaya, Mas’ulah, mengungkapkan bahwa keterbatasan guru memaksa pihak sekolah merangkap tugas pengajar secara ekstrem.

Dari 883 siswa yang terbagi dalam 27 rombongan belajar, beberapa guru terpaksa mengampu hingga tiga mata pelajaran sekaligus. Bahkan, sekolah tersebut kini hanya menyisakan satu orang guru agama.

“Anak-anak sampai bertanya mengapa guru yang masuk itu-itu saja. Satu guru bisa mengampu tiga mata pelajaran sekaligus,” ujar Mas’ulah saat menyampaikan aspirasinya.

Kondisi di SMPN 23 Surabaya ini hanyalah fenomena gunung es. Reni Astuti membeberkan bahwa Kota Kota Surabaya secara keseluruhan masih kekurangan sekitar 1.800 guru.

Menurut Reni, situasi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berisiko menurunkan kualitas pembelajaran serta menguras kondisi fisik dan mental tenaga pendidik.

“Jangan sampai guru terus-menerus dibebani pekerjaan berlebihan. Kekurangan guru ini harus dicarikan solusi dan dipercepat pemenuhannya,” tegas Reni.

Selain persoalan jumlah, Reni menyoroti pentingnya perlindungan hukum bagi guru dalam menjalankan tugas mendidik dan mendisiplinkan siswa.

Ia berharap proses penataan guru, termasuk regulasi bagi PPPK paruh waktu, seleksi CPNS, hingga nasib guru honorer dapat diselesaikan secara terencana oleh pemerintah pusat dan daerah.

Dalam kunjungan tersebut, Reni juga menyosialisasikan “Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” serta memberi motivasi kepada para siswa agar tidak berkecil hati.

Ia mendorong anak-anak Surabaya untuk berani bermimpi menembus perguruan tinggi negeri unggulan seperti ITS, Unair, dan UPN Veteran Jatim melalui dukungan program bantuan pendidikan seperti PIP dan KIP Kuliah.

Baca Juga:  Politisi PKS Reni Astuti Salurkan 120 Paket Sembako Bagi Warga Keputih Surabaya

“Jangan sampai anak-anak Surabaya hanya menjadi penonton di kota sendiri. Mereka harus punya semangat belajar tinggi untuk bisa bersaing,” pungkasnya.

Pos terkait