Lumajang,(DOC) – Kapolres Lumajang AKBP Mohammad Zainur Rofik, S.I.K menjadi pembina apel Deklarasi Zero Knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis di SMA Negeri 2 Lumajang, Senin(26/2/2024).
Kepada ratusan siswa-siswi SMAN 2 Lumajang, Satlantas Polres Lumajang memajangkan sepeda motor hasil balapan liar.
Sepeda motor modifan itu memakai knalpot brong dan bentuknya kecil.
Kapolres mensosialisasikan larangan penggunaan knalpot brong yang tidak sesuai spesifikasi teknis. Knalpot yang katanya racing itu, tidak seharusnya di gunakan pada motor para siswa bersekolah.
Rofik menjelaskan, larangan penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis itu, juga merupakan langkah kepolisian untuk menekan angka kecelakaan. Sekaligus memberikan pemahaman kepada para siswa untuk tertib berlalu lintas.
“Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran siswa/siswi, dan para guru untuk lebih tertib berlalu lintas. Kemudian membangun budaya tertib di jalan raya,” katanya.
Deklarasi pelajar ini, sambung Kapolres, menjadi moment ajakan kepada masyarakat agar senantiasa tertib di jalan raya. Harapannya para peserta deklarasi Zero Knalpot dapat menjadikan contoh berlalu lintas.
“Beberapa waktu terakhir ini tingkat pelanggaran meningkat, utamanya balapan liar. Sempat memakan korban dan kebiasaan ini di dominasi pada usia produktif,” tuturnya.
Ajak Pelajar Jadi Duta Lalu Lintas
Pihak kepolisian memberikan edukasi ke pelajar SMAN 2 Lumajang, agar mereka memiliki tanggung-jawab untuk kemajuan di daerahnya masing-masing. Termasuk memberi contoh ke para pelajar di luar wilayahnya.
“Artinya masa depan ada di tangan-tangan mereka. Harapannya bisa memberi contoh ke siswa lain yang masih melakukan pelanggaran lalu lintas,” ujarnya.
Rofik-pun para pelajar peserta deklarasi Zero Knalpot untuk menjadi Duta Lalu Lintas. Guna menciptakan atau mengajak masyarakat tertib berlalu lintas.
Ia membeberkan angka korban kecelakaan lalu lintas pada tahun 2023 lalu yang jumlahnya mencapai 136 kejadian.
Dari total kejadian tersebut, hampir 35 persen di antaranya adalah usia produtif.
“Memasuki tahun 2024, kami dorong terus kawan-kawan lalu lintas untuk lebih memasifkan edukasi. Menggandeng pelajar usia dini sampai usia-usia produktif, agar bersedia menjadi duta-duta lalu lintas,” ujarnya.
“Harapan saya, mereka bisa menjadi pelopor dan agen masyarakat untuk lebih tertib berlalu lintas,” pungkasnya. (mam/r7)