Lumajang,(DOC) – Antusiasme warga luar biasa mewarnai perhelatan Kirap Ageng Mendo Suryo di Desa Petahunan, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, pada Rabu(17/7/2024). Ratusan warga setempat berbondong-bondong berebut gunungan hasil bumi yang di arak dalam acara tersebut.
Acara yang di buka oleh Pj Gubernur Jawa Timur, Adhi Karyono dan Pj Bupati Lumajang, Indah Wahyuni ini, sontak menjadi magnet bagi warga sekitar. Begitu di buka, warga langsung menyerbu gunungan hasil bumi, berebut mendapatkan buah dan sayur segar.
Meskipun sempat terjadi desak-desakan, namun antusiasme warga tak surut. Rasa syukur dan bahagia terpancar di wajah mereka yang berhasil mendapatkan hasil bumi tersebut.
“Alhamdulillah, saya dapat jagung manis, cabe, dan kacang panjang,” ujar Nurul, salah satu warga yang gembira dengan hasil rebutannya.
Senada dengan Nurul, Dian, warga Desa Petahunan pun mengaku puas dengan hasil panennya kali ini. Ia rela berpanas-panasan demi mendapatkan sayuran dan buah gratis.
“Tidak masalah berdesak-desakan dengan warga lain nonton Kirap Ageng Mendo Suryo. Ini nanti sayuran langsung saya masak untuk keluarga,” ujar Diah sambil menunjukkan hasil rebutannya.
Pj Gubernur Jatim: Tumpak Selo Jadi Contoh Desa Wisata Mandiri
Sementara itu, Penjabat Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, di dampingi Penjabat Bupati Lumajang, Indah Wahyuni, melakukan kunjungan ke Wisata Tumpak Selo di Desa Petahunan, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang.
Pada kunjungannya, Adhy mengungkapkan rasa ketertarikannya dengan potensi wisata di Desa Tumpak Selo. Ia melihat bahwa desa ini memiliki potensi yang besar untuk menjadi desa mandiri dengan mengandalkan sektor pariwisata.
“Saya lihat Wisata Tumpak Selo ini bisa mandiri. Karena kepala desa memang bertanggung jawab penuh dan berdedikasi tinggi untuk menjadikan wisata ini sebagai sumber pendapatan desa,” ujar Adhy Karyono.
Menurut Adhy, desa-desa mandiri yang memiliki destinasi wisata seperti Tumpak Selo dapat memainkan peran penting dalam meningkatkan jumlah wisatawan ke Jawa Timur, khususnya wisatawan domestik.
“Keberadaan desa-desa mandiri dengan destinasi wisata unggulan dapat membantu menarik lebih banyak wisatawan domestik untuk berkunjung ke Jawa Timur,” jelas Adhy.
KIP Foundation merupakan organisasi yang fokus pada pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam membangun dan membina desa wisata. KIP Foundation membantu mengidentifikasi potensi wisata di desa dan mengembangkannya menjadi destinasi wisata yang menarik.
“Kami berharap program ini tidak hanya berlangsung selama lima tahun. Tetapi berlanjut dan memberikan kesempatan serta percepatan pengembangan desa wisata di seluruh Jawa Timur,” tutur Adhy Karyono.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan berbagai bantuan kepada desa-desa mandiri, seperti melalui BUMDesa, Jatimpuspa, Jatimberdaya, dan KIP Foundation. Bantuan tersebut meliputi pengembangan kapasitas, pembangunan glamping ground, dan pelatihan manajemen.
“Selain itu, kami juga memberikan bantuan spontanitas untuk menyempurnakan destinasi wisata, seperti pembangunan toilet dan sarana prasarana lainnya,” pungkas Adhy Karyono.(imam)