Soroti Mahasiswa Bunuh Diri, Risma: Perlu Tingkatkan Kesehatan Mental

Risma Soroti Isu Bunuh Diri Mahasiswa di Surabaya, Serukan Pentingnya Kesadaran Kesehatan MentalSurabaya,(DOC) – Calon Gubernur (Cagub) Jawa Timur nomer urut 3(tiga), Tri Rismaharini, soroti dan menanggapi maraknya kasus bunuh diri di kalangan mahasiswa di Surabaya.

Ia menyatakan bahwa meskipun kasus tersebut telah terjadi cukup sering, masih banyak orang yang belum menyadari pentingnya kesehatan mental. Saat berbicara setelah pertemuan dengan Pimpinan Muhammadiyah, Risma menegaskan perlunya perhatian lebih terhadap masalah ini.

Bacaan Lainnya

“itulah tadi yang aku katakan sebetulnya itu banyak di masyarakat. Cuman kadang kita semua dinial seolah baik-baik saja gitu,” kata Risma, saat ditemui usa pertemuan Pimpinan Muhammadiyah Jawa Timur, Surabaya, Jumat (4/10/2024).

Di ketahui dalam sebulan ini terdapat dua kasus bundir terhadap mahasiswa di Surabaya. Kasusnya pun hampir mirip dengan melompat dari gedung kampusnya.

Peristiwa pertama terjadi pada Rabu, 18 September 2024 lalu. Seorang mahasiswi perempuan Universitas Ciputra (UC) berinisial SN (20) di temukan meninggal di halaman usai melompat samping gedung kampus UC.

Kemudian, ada lagi mahasiswa laki-laki tewas usai melompat dari gedung kampus Universitas Kristen (UK) Petra atau Petra Christian University (PCU), Siwalankerto, Surabaya, Selasa (1/10/2024) lalu.

Saat kunjungannya ke Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadyah Jawa Timur (PWMU), Risma juga sempat berdiskusi terkait masalah pendidikan salah satunya mental health anak-anak.

“Iya pendampingan, memang sebetulnya itu sudah saya tahu sejak saya menjadi menteri Sosial soal mental health di anak-anak,” ungkapnya.

“Nah itulah yang yang coba kita lakukan. Saat saya di Surabaya waktu itu saya di bantu Prof ini (Rektor Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya Dr Sukadion) soal mahasiswa-mahasiswa itu kemudian membantu yang bermasalah gitu,” ujarnya.

Dengan begitu, ungkap Mantan Menteri Sosial itu, dengan kepedulian pendampingan di setiap sekolah maupun kampus. Bisa membantu solusi bagi anak-anak yang mengalami depresi.

“Di antaranya mungkin mereka dia depresi Dia tidak ngerti bagaimana solusinya. Nah karena itu ini, kalau hubungan antar baik antar mahasiswa antar mahasiswa, murid dengan guru, maka kemudian itu akan bisa di minimize terutama kalau kita sudah ngomong,” pungkasnya. (r5)