
Surabaya,(DOC) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus menunjukkan optimisme dalam mengembangkan sektor wisata medis (medical tourism). Kota Pahlawan kini menargetkan tidak hanya melayani pasien domestik, tetapi juga menarik pasien dari luar negeri untuk berobat di Surabaya.
Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Akmarawita Kadir, mengapresiasi langkah strategis tersebut. Menurutnya, Surabaya memiliki potensi besar untuk membalik arus wisata medis yang selama ini didominasi warga Indonesia yang berobat ke luar negeri.
“Kalau biasanya masyarakat kita berobat ke negara tetangga, sekarang kita dorong sebaliknya, pasien dari luar negeri datang ke Surabaya,” ujarnya saat menghadiri peluncuran program medical tourism di Balai Kota Surabaya, Selasa (21/4/2026).
Ia menilai kesiapan infrastruktur kesehatan di Surabaya semakin mumpuni, baik dari sisi fasilitas maupun kualitas tenaga medis. Rumah sakit di Surabaya dinilai telah memiliki standar yang mampu bersaing di tingkat regional.
Selain fasilitas, penguatan sumber daya manusia juga menjadi perhatian utama. Akmarawita Kadir menyebut, peningkatan jumlah dokter spesialis terus didorong guna memenuhi kebutuhan layanan kesehatan yang lebih kompleks.
“Potensi dokter umum di Surabaya cukup besar untuk ditingkatkan menjadi dokter spesialis, sehingga layanan medis bisa semakin optimal,” katanya.
Meski demikian, ia mengakui bahwa pengaturan kuota dokter spesialis masih menjadi kewenangan pemerintah pusat. Namun, pihaknya optimistis distribusi tenaga medis spesialis akan terus meningkat seiring kebutuhan layanan kesehatan.
Dengan dukungan fasilitas modern dan tenaga medis yang kompeten, Surabaya diyakini mampu memberikan layanan kesehatan berkualitas sekaligus kenyamanan bagi pasien internasional.
“Dari sisi dokter spesialis hingga peralatan medis kita sudah siap. Tinggal bagaimana kita terus meningkatkan kualitas layanan agar program ini berjalan maksimal,” pungkasnya.
Ke depan, Surabaya diproyeksikan menjadi salah satu destinasi unggulan wisata medis di kawasan Asia Tenggara, sekaligus memperkuat perekonomian daerah melalui sektor jasa kesehatan.(r7)





