Mikroplastik dan Sampah Saset Banjiri Kali Tebu, Ecoton Ajak Warga Stop Buang sampah Plastik ke Sungai di Surabaya Utara

Mikroplastik dan Sampah Saset Banjiri Kali Tebu, Ecoton Ajak Warga Stop Buang sampah Plastik ke Sungai di Surabaya Utara

Surabaya,(DOC) – Momentum Hari Bumi 2026 menjadi alarm keras bagi kesehatan sungai di Surabaya. Lembaga kajian ekologi, Ecoton, merilis hasil pemantauan terbaru di Kali Tebu yang menunjukkan tingkat pencemaran mengkhawatirkan, mulai dari tumpukan sampah plastik makro hingga kontaminasi partikel mikroplastik yang mengancam rantai makanan.

Bacaan Lainnya

Ecoton melakukan metode brand audit untuk mengidentifikasi merek kemasan plastik yang mencemari badan air. Dari total 679 pcs sampah plastik yang ditemukan, mayoritas merupakan kemasan sekali pakai dari produk konsumsi harian. Lima produsen besar tercatat sebagai kontributor dominan:

  • Wings Group: 17,8% (121 item)
  • Indofood: 12,4% (84 item)
  • Unilever: 8,8% (60 item)
  • Mayora: 7,4% (50 item)
  • Santos Jaya Abadi: 4,6% (31 item)

Alaika Rahmatullah, Koordinator Brand Audit Ecoton, menegaskan bahwa temuan ini adalah bukti pelanggaran UU No. 18 Tahun 2008 Pasal 15 dan PP No. 22 Tahun 2021. “Produsen punya kewajiban hukum mengelola sampah kemasannya. Standar kualitas sungai kita harusnya nihil sampah terapung,” tegasnya.

Selain sampah yang kasatmata, penelitian Ecoton mengonfirmasi adanya 410 partikel mikroplastik per 100 liter air di sepanjang aliran Kali Tebu. Titik akumulasi tertinggi ditemukan di wilayah hilir Tambak (Kel. Tambak Wedi) dengan 123 partikel/100 liter.

Jenis mikroplastik yang mendominasi adalah fiber dan fragmen, yang umumnya berasal dari aktivitas limbah rumah tangga. Partikel berukuran kurang dari 5 mm ini sangat berbahaya karena mudah tertelan oleh ikan dan organisme air lainnya.

Kepala Laboratorium Ecoton, Rafika Aprilianti, memaparkan risiko jangka panjang bagi manusia. Mikroplastik yang masuk ke rantai makanan membawa zat kimia berbahaya yang dapat memicu peradangan organ hingga gangguan hormon. “Paparan yang intens berpotensi menurunkan tingkat kesuburan, baik pada pria maupun wanita,” jelas Rafika.

Baca Juga:  Hari Raya Idul Fitri, Wali Kota Eri Cahyadi Kumpul Keluarga di Rumah Dinas

Guna menanggulangi kondisi ini, Ecoton mendorong lima langkah strategis:

  • Pengurangan Plastik Sekali Pakai: Edukasi pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga.
  • Pemasangan Trashboom: Pencegat sampah sungai di Kali Tebu agar tidak bocor ke laut.
  • Pendampingan Wilayah: Fokus pada 6 kelurahan di kawasan Kenjeran yang dilintasi sungai.
  • Pengelolaan Berbasis Masyarakat: Penguatan sistem pemilahan sampah di hulu.
  • Kolaborasi Multipihak: Melibatkan pemerintah, akademisi, dan sekolah untuk menjaga ekosistem. (r6)

Pos terkait