Lumajang,(DOC) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang terus memperkuat komitmennya untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan, mulai 19 hingga 21 Mei 2025, tim dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) turun langsung menilai enam desa dan kelurahan dalam Program Desa dan Kelurahan Berseri (Bersih dan Lestari).
Enam wilayah yang dinilai meliputi Desa Tempeh Tengah, Kebonagung, Kebonsari, dan Senduro, serta dua kelurahan yaitu Jogotrunan dan Rogotrunan. Program Berseri Jatim bertujuan menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat agar lebih peduli dan menjaga kelestarian lingkungan hidup.
Tim penilai memeriksa berbagai aspek, seperti pengelolaan sampah, pelestarian sumber air, penghijauan, dan partisipasi aktif warga. Kepala Bidang Pemeliharaan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Lumajang, Gunawan Eko, menyampaikan bahwa tim sudah mulai turun lapangan sesuai jadwal. “Kami berharap peserta dapat menunjukkan kemajuan positif sehingga bisa lolos penilaian,” ujarnya, Senin (19/5/2025).
Gunawan menjelaskan bahwa program ini bukan sekadar lomba. “Ini gerakan perubahan gaya hidup yang berkelanjutan. Lingkungan yang bersih tercipta dari kesadaran dan kerja sama warga, bukan proyek sesaat,” tegasnya.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lumajang juga memberikan pendampingan teknis kepada desa dan kelurahan agar dapat mengelola lingkungan dengan baik. Hasil penilaian menentukan level pencapaian wilayah dalam program ini, mulai dari Pratama, Madya, hingga Mandiri.
Pencapaian ini bukan hanya penghargaan administratif, tetapi juga motivasi bagi wilayah lain untuk melakukan perubahan nyata. Pengelolaan taman, pemilahan sampah rumah tangga, dan perlindungan sumber air bersih menjadi investasi penting untuk masa depan generasi berikutnya.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan generasi muda membuat Lumajang ikut serta aktif dalam misi lingkungan hijau dan lestari di Jawa Timur. Langkah ini membuktikan bahwa pelestarian lingkungan dimulai dari desa dan kelurahan.(imam)