Surabaya Kembangkan “Youth Guarantee” untuk Lindungi Anak Bermasalah

Surabaya Kembangkan “Youth Guarantee” untuk Lindungi Anak Bermasalah
Foto: Isa Ansori

Surabaya,(DOC) – Surabaya terus berupaya lindungi anak yang rentan masalah sosial. Kota berusia 732 tahun ini mencoba memberikan solusi nyata lewat program “Youth Guarantee” yang terinspirasi dari Finlandia. Program ini bertujuan menyelamatkan masa depan anak-anak bermasalah, seperti yang selama ini di tangani oleh Kampung Anak Negeri dan Asrama Bibit Unggul.

Anak-anak yang terjebak dalam tawuran, narkoba, dan kenakalan seringkali adalah korban kemiskinan dan lingkungan kurang mendukung. Mereka butuh lebih dari sekadar tempat penampungan sementara. Surabaya menghadirkan pendekatan baru yang menghubungkan anak dengan keluarga dan komunitas secara berkelanjutan.

Bacaan Lainnya

Walikota Surabaya, Eri Cahyadi, menyatakan komitmennya menyelamatkan sekitar 500 anak yang terjaring razia lewat program ini. Anak-anak tersebut akan mendapatkan beasiswa, pelatihan keterampilan seperti listrik, otomotif, dan coding, serta pendampingan mentor yang terdiri dari guru, relawan, dan mantan anak binaan.

Selain itu, program ini membantu orang tua anak dengan pelatihan kerja singkat, seperti menjahit atau mengelas, dan kelas parenting. Tujuannya agar orang tua bisa meningkatkan penghasilan tanpa harus meninggalkan anak di rumah.

Kampung Anak Negeri juga di harapkan bertransformasi menjadi pusat komunitas. Tempat ini akan membuka ruang belajar tambahan, kursus, dan aktivitas olahraga yang melibatkan warga sekitar sebagai mentor dan “orang tua asuh.” Program “Satu RT Satu Mentor” menjadi contoh nyata bagaimana warga bisa ikut mengawasi dan membimbing anak-anak di lingkungannya.

Langkah awal program ini bisa di mulai di beberapa kelurahan dengan dukungan kampus, UMKM lokal, dan pendanaan dari CSR maupun dana desa. Dengan pendekatan ini, Surabaya ingin memutus rantai kemiskinan dan kenakalan yang selama ini berulang.

Surabaya bukan hanya kota pahlawan, tapi juga kota yang peduli masa depan anak-anaknya. Program “Youth Guarantee” memberi mereka kesempatan kedua untuk hidup lebih baik, dimulai dari kampung-kampung mereka sendiri.(r7)

Pos terkait