Data BPS Ungkap, Sektor Pertanian Masih Menampung Tenaga Kerja Terbesar di Jatim

Data BPS Ungkap, Sektor Pertanian Masih  Menampung Tenaga Kerja Terbesar di Jatim
Plt. Kepala BPS Provinsi Jawa Timur, Herum Fajarwati. (Foto:Ist)

Surabaya, (DOC) – Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masih menjadi tulang punggung utama penyerapan tenaga kerja di Jawa Timur. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur mencatat sektor berbasis sumber daya alam tersebut menyerap sebanyak 7,77 juta orang atau 31,77 persen dari total penduduk bekerja pada Mei 2026.

Secara keseluruhan, aktivitas ekonomi di Jawa Timur menunjukkan pergerakan positif dengan bertambahnya jumlah penduduk yang bekerja menjadi 24,46 juta orang pada Mei 2026. Angka tersebut meningkat 205,53 ribu orang jika dibandingkan dengan kondisi pada Februari 2026.

Bacaan Lainnya

Plt. Kepala BPS Provinsi Jawa Timur, Herum Fajarwati, mengonfirmasi bahwa sektor pertanian masih mendominasi porsi lapangan kerja di Jawa Timur di tengah peningkatan jumlah pekerja secara umum.

“Penduduk bekerja pada Mei 2026 sebanyak 24,46 juta orang, meningkat 205,53 ribu orang dibandingkan Februari 2026,” kata Herum, Senin (10/8/2026).

Meski sektor pertanian terus menopang perekonomian masyarakat, struktur ketenagakerjaan di Jawa Timur masih diwarnai oleh dominasi sektor informal dan tantangan kualitas sumber daya manusia.

BPS mencatat sebanyak 63,82 persen penduduk bekerja masih berada di kegiatan informal, sementara kategori formal berada di angka 36,18 persen meski porsi formal ini mencatatkan kenaikan 0,62 persen poin dibanding Februari 2026.

Dilihat dari status pekerjaan utama, kelompok buruh, karyawan, atau pegawai menjadi yang terbesar dengan porsi 32,38 persen. Sebaliknya, kelompok pemberi kerja dengan pekerja tetap/dibayar hanya mencakup 3,80 persen.

Kenaikan proporsi status kerja terbesar terjadi pada kategori berusaha sendiri (naik 0,55 persen poin), sedangkan penurunan terbesar terjadi pada pekerja keluarga/tidak dibayar (turun 0,89 persen poin).

Di sisi lain, tingkat pendidikan tenaga kerja masih menjadi pekerjaan rumah. Sebagian besar penduduk bekerja pada Mei 2026 masih berpendidikan SD ke bawah.

Baca Juga:  Semeru Erupsi, Awan Panas Meluncur 4 Kilometer ke Tenggara

Sementara itu, tenaga kerja berpendidikan tinggi (Diploma hingga S3) hanya menyumbang 9,38 persen, yang mana porsi ini mengalami penurunan dibandingkan periode Februari 2026 maupun November 2025.

Data ini menegaskan bahwa selain menjaga keberlanjutan sektor pertanian sebagai penampung tenaga kerja utama, peningkatan mutu pendidikan dan keterampilan SDM menjadi prioritas krusial agar penciptaan lapangan kerja di Jawa Timur makin produktif dan layak.

Pos terkait