Kesenian Bantengan yang hadir menjadi pembuka Soekarno Cup 2026. (Foto: Ist)
Surabaya, (DOC) – Pertunjukan Tari Kolosal Bantengan Jawa Timur menjadi penyemarak pembukaan turnamen sepak bola Soekarno Cup 2026 bertajuk “Warisi Apinya” di Stadion Gelora 10 November, Surabaya, Senin (10/8/2026).
Kesenian khas Bumi Majapahit tersebut dibawakan secara khusus untuk menegaskan pesan mendalam mengenai keberanian, persatuan, dan karakter wong cilik.
Pengarah Panitia Soekarno Cup 2026, Deni Wicaksono, menjelaskan bahwa simbol banteng dalam tarian kolosal tersebut bukan sekadar hiburan budaya, melainkan metafora dari ketangguhan rakyat Indonesia yang tidak pernah tunduk pada penindasan.
“Banteng bukan sekadar hewan, melainkan perlambang keberanian yang berakar pada nurani. Ia tidak menyerang tanpa alasan, melainkan berdiri tegak sebagai penjaga tanah, kawanan, dan kehidupannya,” ujar Deni.
Menurut Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur tersebut, nilai-nilai yang terpancar dari karakter banteng menjadi fondasi penting yang ingin ditanamkan kepada generasi muda, khususnya 400 talenta muda sepak bola dari 16 provinsi yang berlaga di kejuaraan U-17 ini.
Mengutip ajaran Bung Karno tentang pentingnya percaya pada kekuatan sendiri, Deni menegaskan bahwa semangat gotong royong dan daya juang tinggi harus menjadi identitas para atlet muda selama bertanding.
“Kita tidak hanya merayakan sebuah kompetisi sepak bola, tetapi juga merayakan karakter, persaudaraan, dan semangat juang yang diwariskan. Indonesia dibangun oleh mereka yang berani berdiri bersama,” tegasnya.
Turnamen Soekarno Cup 2026 diselenggarakan di sejumlah lokasi, antara lain Stadion Gelora 10 November Surabaya, Stadion Gelora Bangkalan, Stadion Gelora Joko Samudro Gresik, dan Lapangan THOR. Rangkaian kejuaraan ini dijadwalkan berlangsung hingga laga final yang akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya pada 24 Agustus 2026.





