
Bogor,(DOC) – Sebanyak delapan siswa berkebutuhan khusus dari berbagai provinsi di Indonesia mengikuti Pembinaan Tahap II Tata Boga 2025 yang di gelar oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kemendikdasmen, di Bogor, Jawa Barat, pada 18–24 Mei 2025. Mereka adalah talenta terbaik—para juara Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Disabilitas bidang Tata Boga 2024—yang tengah di persiapkan untuk mewakili Indonesia dalam ajang internasional The 14th Salon Culinaire, Juli mendatang, di Jakarta.
Dalam sambutannya, Kepala Puspresnas Maria Veronica Irene Herdjiono menekankan bahwa setiap anak Indonesia, termasuk yang berkebutuhan khusus, memiliki ruang yang sama untuk berkembang dan bersinar.
“Lewat pembinaan ini, kami ingin anak-anak tidak hanya mengasah keterampilan, tetapi juga menemukan potensi terbaiknya. Semua siswa bisa berprestasi dan membawa nama baik Indonesia ke dunia,” tegas Irene, Selasa (20/5).
Delapan peserta terpilih berasal dari SLB di Kalimantan Selatan, Sumatera Barat, Cirebon, Sumatera Selatan, Bali, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Jambi. Mereka di dampingi guru pendamping masing-masing dan di bina oleh tim ahli dari Pergerakan Disabilitas dan Lanjut Usia (DILANS) Indonesia.
Belajar Fondant hingga Mental Juara
Materi yang di berikan tak hanya teknis. Para peserta berlatih keterampilan seperti “dress the cake”, pewarnaan fondant, membentuk karakter 3D dari rice crispy dan cokelat, hingga simulasi lomba lengkap. Tapi yang tak kalah penting adalah pelatihan mental—membangun kedisiplinan, ketangguhan, dan rasa percaya diri.

Koordinator pembina Tata Boga, Ucu Sawitri, berharap hasil pembinaan ini bisa melahirkan perwakilan Indonesia yang bukan hanya kompeten, tapi juga mampu menginspirasi lebih banyak anak disabilitas lainnya.
“Semoga mereka bisa lolos ke ajang internasional, dan menjadi contoh generasi mendatang bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk juara,” ujarnya.
Suara Para Peserta
I Made Ardika, siswa SLB Negeri 1 Badung, Bali, mengungkapkan rasa syukurnya bisa ikut serta dalam pembinaan ini.
“Saya berterima kasih karena bisa belajar dan menambah pengalaman. Ini sangat membantu saya untuk masa depan, untuk bekerja atau membuka usaha sendiri,” katanya.
Hal senada diungkapkan Mawaddah Warahmah dari SLB Negeri Kandangan, Kalimantan Selatan.
“Saya belajar banyak hal, jadi lebih mandiri, dan semangat meraih prestasi. Kami ingin buktikan, teman-teman disabilitas juga bisa juara,” ujarnya. (r6)





