
Jeneponto,(DOC) – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal PAUD, Dikdas, dan Dikmen menggelar Workshop Advokasi dan Pendampingan Program Wajib Belajar (Wajar) 13 Tahun di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, pada Selasa, 27 Mei 2025.
Workshop yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jeneponto ini fokus pada implementasi Wajar PAUD 1 Tahun sebagai bagian penting dari kebijakan pendidikan nasional. Acara ini dihadiri oleh perwakilan Ditjen PAUD, Dikdas, dan Dikmen, Dinas Pendidikan setempat, OPD terkait, kepala sekolah, tokoh masyarakat, serta mitra pendidikan PAUD.
Perwakilan Direktur Pendidikan Anak Usia Dini, Agustinus Budi Pramono, menegaskan bahwa PAUD satu tahun sebelum masuk SD adalah tahap krusial dalam tumbuh kembang anak. Ia menyebut bahwa pendidikan anak usia dini bukan sekadar pengasuhan, tetapi bagian dari sistem pendidikan nasional yang harus di perkuat.
“Anak yang mengikuti PAUD lebih siap secara kognitif, sosial, dan emosional saat masuk SD. Ini bagian dari strategi mencegah ketertinggalan sejak awal,” jelas Agustinus.
Program Wajar 13 Tahun merupakan pengembangan dari Wajar 12 Tahun yang selama ini hanya mencakup jenjang SD hingga SMA. Dengan memasukkan PAUD, Kemendikdasmen ingin memastikan bahwa seluruh anak Indonesia mendapat akses pendidikan sedini mungkin.
Respons Daerah
Kepala Dinas Pendidikan Jeneponto, H. Uskar Baso, menyambut baik dukungan langsung dari pemerintah pusat. Ia mengakui bahwa tantangan akses PAUD di Jeneponto masih nyata, terutama di wilayah-wilayah dengan keterbatasan infrastruktur.
“Kami berkomitmen untuk mengintegrasikan PAUD 1 Tahun ke dalam program daerah. Dukungan akan datang dari APBD, kolaborasi masyarakat, dan mitra,” ujarnya.
Langkah Strategis
Dalam sesi diskusi kelompok, peserta membahas strategi konkret peningkatan mutu layanan PAUD. Fokus utamanya adalah:
- Pemetaan kebutuhan satuan PAUD di daerah,
- Pelatihan berkelanjutan untuk guru PAUD,
- Peningkatan partisipasi aktif orang tua.
Peserta juga menyusun rencana aksi daerah sebagai pijakan implementasi Wajar 13 Tahun yang sistematis dan berkelanjutan.
Menuju Pendidikan Inklusif Sejak Usia Dini
Kemendikdasmen menegaskan bahwa workshop ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi awal dari penguatan sinergi antara pusat, daerah, dan masyarakat. Pemerintah berkomitmen memberikan pendampingan teknis dan kebijakan untuk memastikan target partisipasi prasekolah universal tercapai dalam lima tahun ke depan.
Dengan dukungan ini, Kabupaten Jeneponto di harapkan bisa menjadi model pelaksanaan Wajar PAUD 1 Tahun yang efektif—mendorong pemerataan pendidikan sejak dini demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. (r6)





