3.115 Orang Hadiri Upacara HUT RI di Surabaya, Ini Pesan Wali Kota

3.115 Orang Hadiri Upacara HUT RI di Surabaya, Ini Pesan Wali Kota

Surabaya,(DOC) – Pemerintah Kota Surabaya menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia di Halaman Balai Kota, Minggu (17/8/2025).

Bacaan Lainnya

Upacara yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, sebagai inspektur upacara. Ia hadir bersama sang istri, Ketua TP PKK Surabaya, Rini Indriyani. Keduanya tampak kompak mengenakan pakaian adat Minangkabau.

Acara ini diikuti jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta ribuan peserta. Tercatat sebanyak 3.115 orang terlibat, terdiri dari 341 pasukan upacara, 615 petugas pendukung, dan 2.159 tamu undangan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Eri menekankan bahwa peringatan kemerdekaan bukan sekadar seremonial. Menurutnya, usia 80 tahun Indonesia harus menjadi pengingat bahwa perjuangan belum selesai.

“Surabaya belum benar-benar merdeka jika masih ada warga yang miskin, anak-anak putus sekolah, atau balita yang mengalami stunting,” tegasnya.

Ia menambahkan, semangat perjuangan harus terus menyala, terutama di kalangan generasi muda. Menyinggung peristiwa Rengasdengklok, Eri menyebut pemuda sebagai kekuatan utama bangsa sejak awal kemerdekaan.

Karena itu, ia mendorong pemuda Surabaya untuk aktif dalam program Kampung Pancasila. Program ini, kata dia, menjadi ruang bagi anak muda untuk membangun nilai-nilai kebangsaan dari lingkungan tempat tinggal.

“Di Kampung Pancasila, pemuda kita ajak untuk bergerak. Kita ingatkan kembali bahwa kemerdekaan tidak lahir begitu saja, tapi diperjuangkan oleh keberanian para pemuda,” katanya

Penghormatan pada Paskibraka

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Eri juga memberikan penghormatan khusus kepada Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Surabaya. Ia menyoroti kekompakan dan ketenangan mereka selama bertugas, bahkan saat menghadapi situasi tak terduga.

“Kalau ada kesalahan, mereka tetap tenang. Teman-temannya langsung memberi dukungan. Itu mental luar biasa, dan itu yang harus jadi teladan,” ucapnya.

Ia menyebut filosofi Paskibraka sebagai cerminan kekuatan kolektif: saling menopang, tidak menyalahkan, dan selalu siap memperbaiki kekurangan bersama.

Baca Juga:  Eri Cahyadi: Belum Ada Kasus Super Flu di Surabaya

“Manusia itu pasti punya kekurangan. Tapi kebersamaan, ketenangan, dan rasa saling mendukung — itulah yang membuat kita kuat,” tambahnya.

Setelah upacara, Wali Kota Eri memberi motivasi langsung kepada para anggota Paskibraka. Ia menyampaikan bahwa keberanian mereka memperbaiki kesalahan adalah bukti kekuatan mental yang tak semua orang miliki.

“Saya bilang ke mereka, kalian bukan melakukan kesalahan. Justru kalian luar biasa karena mampu menghadapi tekanan dengan tenang,” tuturnya.

Sebagai penutup rangkaian acara, Wali Kota Eri menyerahkan penghargaan Satyalancana Karya Satya dari Presiden Prabowo Subianto kepada para Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang telah mengabdi selama 10, 20, dan 30 tahun. (r6)

Pos terkait