Tumpak Sewu Raup Rp230 Juta, Wisata Pronojiwo Bidik Rp1 Miliar

Tumpak Sewu Raup Rp230 Juta, Wisata Pronojiwo Bidik Rp1 MiliarLumajang,(DOC) – Sektor pariwisata di Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, terus menunjukkan perkembangan positif. Dalam satu bulan terakhir, Air Terjun Tumpak Sewu berhasil mencatat pendapatan Rp230 juta.

Capaian ini memunculkan optimisme baru bagi pelaku wisata lokal untuk menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1 miliar per bulan.

Bacaan Lainnya

Pelaku wisata, Tholip Chiko, menilai pencapaian Rp230 juta hanya langkah awal dari potensi besar Pronojiwo. Ia menegaskan, pengelolaan wisata harus menyasar lebih dari sekadar Tumpak Sewu.

“Kita sudah mampu menghasilkan Rp230 juta hanya dari Tumpak Sewu. Dengan tambahan atraksi baru, fasilitas yang nyaman, dan promosi digital yang gencar, target Rp1 miliar per bulan bukan mustahil. Justru ini momentum untuk membuktikan bahwa wisata di Lumajang bisa menjadi penggerak utama ekonomi daerah,” ujar Tholip, Senin (8/9/2025).

Diversifikasi Atraksi Wisata

Tholip mencontohkan pengembangan taman bunga, kawasan Lavatur, hingga atraksi pendukung lain yang bisa membuat wisatawan betah berlama-lama.

Menurutnya, konsep pengelolaan terpadu akan memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Kalau hanya mengandalkan satu destinasi, efeknya terbatas. Tapi kalau ada homestay, kuliner, transportasi, dan atraksi lain, masyarakat desa-desa sekitar juga ikut sejahtera,” imbuhnya.

Tren kunjungan wisatawan ke Lumajang juga menunjukkan peningkatan signifikan. Data Dinas Pariwisata mencatat, wisatawan mancanegara pada 2022 berjumlah 4.611 orang, naik enam kali lipat menjadi 26.539 orang pada 2023, lalu melonjak hingga 74.429 orang pada 2024.

Sementara itu, semester pertama 2025 sudah mencatat 883.225 kunjungan, termasuk 49.932 wisatawan mancanegara.

Dengan promosi yang masif, fasilitas memadai, dan keterlibatan masyarakat lokal, Tholip optimistis Pronojiwo akan menjadi ikon pariwisata baru di Jawa Timur.

“Pronojiwo bukan hanya tentang keindahan alam, tapi juga masa depan Lumajang. Jika semua pihak bergerak bersama, target Rp1 miliar per bulan bukan lagi sekadar angka, melainkan bukti nyata dari kerja keras bersama,” pungkasnya.(r7)

Pos terkait