Petani Lumajang Gotong Royong Perbaiki Dam Klerek, Sawah Mulai Dialiri Air

Petani Lumajang Gotong Royong Perbaiki Dam Klerek, Sawah Mulai Dialiri AirLumajang,(DOC) – Harapan petani di Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, untuk kembali menggarap sawah mulai tumbuh setelah ratusan warga bergotong royong memperbaiki saluran irigasi Dam Klerek secara swadaya.

Erupsi Gunung Semeru sejak 2021 merusak Dam Klerek di Desa Gesang dan memutus aliran air ke ribuan hektare lahan pertanian di sejumlah desa. Kondisi itu membuat banyak petani menghentikan aktivitas tanam karena sawah mengalami kekeringan.

Bacaan Lainnya

Tiga Desa Gotong Royong Perbaiki Irigasi

Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan warga Desa Gesang, Desa Pulo, dan Desa Jatisari kini bergerak bersama memperbaiki saluran irigasi darurat agar air kembali mengalir ke area persawahan.

Menurut Bunda Indah, semangat gotong royong para petani menunjukkan kepedulian masyarakat dalam memulihkan sektor pertanian di tengah keterbatasan.

“Mereka dikomandoi Bu Kades Gesang, Pak Kades Pulo, dan Pak Kades Jatisari untuk kerja bakti agar saluran irigasi kembali berfungsi mengairi sawah,” ujar Bunda Indah saat kegiatan Setor Madu di Kecamatan Tempeh, Selasa (19/5/2026).

Ia menjelaskan kerusakan irigasi tidak hanya terjadi di Dam Klerek. Selain itu, Dam Lobang Giri dan Dam Kedung Cangkring juga mengalami kerusakan sehingga membutuhkan penanganan menyeluruh.

Pemkab Usulkan Perbaikan Total

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Lumajang mengusulkan perbaikan permanen kepada pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. Menurut Bunda Indah, biaya rehabilitasi total cukup besar sehingga melampaui kemampuan anggaran daerah.

“Penanganan tidak bisa parsial karena ada tiga dam yang saling menunjang dan harus di perbaiki secara total,” jelasnya.

Meski masih menunggu bantuan pemerintah pusat, Pemkab Lumajang tetap membantu masyarakat yang berupaya memulihkan irigasi secara mandiri.

Bunda Indah mengaku kagum melihat semangat petani yang rela bergotong royong dan urunan biaya demi menghidupkan kembali aliran air menuju lahan pertanian.

Petani Mulai Tanam Padi Lagi

Kerja bakti yang berlangsung secara bergantian membuat air mulai mengalir ke area persawahan. Bahkan, sejumlah petani mulai kembali menanam padi setelah sebelumnya menghentikan aktivitas tanam akibat kekurangan air.

Baca Juga:  Ribuan Kyai dan Santri di Lumajang Dukung Prabowo-Gibran, Minta Perhatikan Ponpes

Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kabupaten Lumajang juga menyalurkan bantuan Rp50 juta untuk menunjang perbaikan sementara saluran irigasi.

“Saya bantu Rp50 juta supaya kawan-kawan lebih semangat dan bisa menanam padi lagi,” pungkas Bunda Indah.(r7)

Pos terkait