Surabaya,(DOC) – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menggenjot perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) sekaligus mempercepat penanganan stunting dengan menggandeng enam lembaga CSR. Langkah ini menjadi kado menjelang Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733.
Kolaborasi itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Gedung Serbaguna RW VI Cempaka, Kecamatan Tegalsari, Rabu (13/5/2026). Dalam kerja sama ini, Pemkot menggandeng Yayasan Buddha Tzu Chi, Ciputra Group, Pakuwon Group, Baznas Surabaya, Bangga Surabaya Peduli, dan Nurul Hayat.
Gotong Royong Percepat Pembangunan
Eri menegaskan pembangunan kota tidak bisa hanya mengandalkan APBD. Karena itu, ia mendorong keterlibatan semua pihak agar pembangunan berjalan lebih cepat dan merata.
“Karena itu, saya mengajak semua pihak turun langsung melihat kondisi warga. Jika hanya pemerintah yang bergerak, tentu tidak cukup. Namun, dengan gotong royong, kita bisa menjadi kekuatan besar,” ujarnya.
Bahkan, ia menyebut para pimpinan lembaga CSR sebagai bagian dari “Wali Kota Surabaya” karena peran nyata mereka dalam membantu warga.
Sementara itu, Pemkot mencatat masih ada sekitar 7.000 hingga 9.000 unit Rutilahu yang membutuhkan perbaikan. Oleh sebab itu, pada 2026 pemerintah menargetkan rehabilitasi 4.242 unit rumah.
Rinciannya, 2.240 unit berasal dari APBD. Selanjutnya, 1.002 unit di biayai non-APBD, termasuk 905 unit dari CSR. Selain itu, 1.000 unit lainnya berasal dari bantuan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Adapun perbaikan difokuskan pada atap, lantai, dinding, serta jamban. Dengan demikian, warga berpenghasilan rendah bisa mendapatkan hunian yang lebih sehat dan layak.
Di sisi lain, kolaborasi ini juga memperkuat penanganan stunting. Eri menyebut angka stunting di Surabaya turun drastis dari 28,5 persen menjadi 0,5 persen.
“Karena itu, ini bukan kekuatan wali kota semata, melainkan hasil gotong royong semua pihak yang menjadi orang tua asuh bagi anak-anak stunting,” tegasnya.
Sebagai bentuk penghargaan, Pemkot berencana membangun Prasasti Gotong Royong di Balai Kota. Nantinya, prasasti tersebut akan memuat nama pihak-pihak yang berkontribusi dalam pembangunan kota.
CSR Siap Perluas Kontribusi
Di sisi lain, Direktur Utama PT Ciputra Development Tbk, Sutoto Yakobus, mengaku kunjungan langsung ke kampung memberikan perspektif baru. Oleh karena itu, pihaknya siap menambah kontribusi.
“Rumah layak menjadi fondasi kesehatan dan kebahagiaan keluarga. Karena itu, kami siap membantu lebih banyak,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Direktur Utama PT Pakuwon Jati Tbk, Sutandi Purnomosidi. Ia menegaskan pihaknya akan terus mendukung program perbaikan rumah dan penanganan stunting.
“Selain itu, kami merasa punya tanggung jawab moral karena lahir dan besar di Surabaya,” katanya.
Dengan demikian, Pemkot berharap kualitas hunian warga terus meningkat. Selain itu, kasus stunting bisa ditekan, sehingga kesejahteraan masyarakat semakin merata.
“Ini kado terbaik untuk Surabaya. Karena itu, Pancasila tidak hanya diucapkan, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata,” pungkas Eri.(r7)





