Sembilan WNI yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026 menuju Gaza dilaporkan ditahan militer Israel di perairan Mediterania Timur. Foto: Istimewa
Jakarta,(DOC) – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengonfirmasi jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang ditangkap tentara Israel dalam misi kemanusiaan menuju Gaza, Palestina, bertambah menjadi sembilan orang. Sebelumnya, jumlah WNI yang dilaporkan ditahan dalam operasi tersebut sebanyak 5 orang.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, membenarkan adanya tambahan dua WNI yang ikut ditangkap dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2026.
“Betul,” kata Heni Hamidah saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (20/5/2026).
Misi Global Sumud Flotilla 2026 sendiri merupakan aksi kemanusiaan internasional yang membawa bantuan untuk warga Gaza sekaligus menyerukan pembukaan blokade terhadap Palestina.
Berikut daftar sembilan WNI yang dilaporkan ditangkap Israel dalam misi kemanusiaan menuju Gaza berdasarkan data GPCI:
1. Herman Budianto Sudarsono (GPCI – Dompet Dhuafa), Kapal Zapyro
2. Ronggo Wirasanu (GPCI – Dompet Dhuafa), Kapal Zapyro
3. Andi Angga Prasadewa (GPCI – Rumah Zakat), Kapal Josef
4. Asad Aras Muhammad (Spirit of Aqso), Kapal Kasr-1
5. Hendro Prasetyo (SMART 171), Kapal Kasr-1
6. Bambang Noroyono (Republika), Kapal BoraLize
7. Thoudy Badai Rifan Billah (Republika), Kapal Ozgurluk
8. Andre Prasetyo Nugroho (Tempo), Kapal Ozgurluk
9. Rahendro Herubowo (Tim Media GPCI dan iNews), Kapal Ozgurluk
Pemerintah Indonesia hingga kini terus melakukan koordinasi dan upaya diplomatik untuk memantau kondisi para WNI tersebut. Indonesia diketahui tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, sehingga proses komunikasi dilakukan melalui jalur pihak ketiga dan organisasi internasional terkait. (rd)





