Surabaya,(DOC) – Wakil Wali (Wawali) Kota Surabaya, Armuji, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Sekolah Dasar Negeri (SDN), di Surabaya, usai menerima laporan dugaan perundungan terhadap seorang siswa kelas 4 berinisial AP, Jumat(19/9/2025).
Ayah korban, PY, mengungkapkan bahwa kasus bullying itu sudah di alami anaknya sejak duduk di kelas 3 SD. Saat itu, tiga teman sekelas AP berinisial RI, RE, dan F kerap menyembunyikan barang-barang milik AP, seperti baju olahraga, pulpen, hingga buku pelajaran.
“Sampai suatu ketika si AP marah dan mendorong pelaku, tapi bukannya di damaikan, justru anak saya yang di salahkan wali kelas,” ungkap PY kepada Armuji.
Mediasi Sekolah Dinilai Tak Berpihak pada Korban
Kasus perundungan di sebut semakin parah ketika AP naik ke kelas 4. Buku pelajaran kembali di sembunyikan, AP di paksa masuk kamar mandi, bahkan di pukul hingga kacamata yang di pakainya pecah.
Menurut PY, orang tua salah satu pelaku mengakui perbuatan anaknya, namun pihak sekolah tidak memberikan penyelesaian yang memuaskan. Bahkan, saat mediasi, wali kelas justru menyebut banyak catatan buruk tentang AP di rapor, sementara pelaku tidak.
“Ibunya RI dan RE sudah minta maaf, tapi orang tua F tidak mau, malah mengancam akan memviralkan kasus ini,” tambahnya.
PY mengaku sempat di minta membuat surat pernyataan sepihak sebagai jaminan bullying tidak terulang lagi. Namun, tindakan itu tidak menyelesaikan masalah karena AP tetap di rundung, bahkan oleh beberapa teman lainnya. Akibat trauma, AP menolak bersekolah sejak Kamis (18/9/2025).
Sementara itu, Kepala SDN, Sutiana, mengatakan kasus tersebut sudah di selesaikan secara kekeluargaan. “Kemarin antar siswa sudah minta maaf, peluk-pelukan, damai. Tapi, Pak PY sampai membawa tentara ke sekolah,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan alasan sekolah menolak membuat surat pernyataan resmi karena para pelaku masih anak-anak di bawah umur. “Masa anak SD di suruh tanda tangan di atas materai? Mereka kan masih kecil,” tegasnya.
Wawali Turun Tangan Jamin Keselamatan Korban
Menanggapi hal ini, Wawali Kota Armuji meminta pihak sekolah lebih serius memastikan tidak ada lagi perundungan yang menimpa AP maupun siswa lain.
“Yang penting sekarang sudah damai. Saya minta pihak sekolah menjamin hal ini tidak terulang agar AP mau kembali bersekolah,” ujarnya.
Armuji menegaskan, Pemkot Surabaya akan menjamin keselamatan AP. “Saya yang menjamin agar tidak ada lagi yang membully AP. Kasus ini harus jadi introspeksi bersama agar bullying tidak terjadi lagi di sekolah-sekolah Surabaya,” tegasnya.(r7)





