
Lumajang , (DOC) – Pemerintah Kabupaten Lumajang berencana mengembangkan lokasi baru untuk kegiatan Car Free Day (CFD) dan Car Free Night (CFN) sebagai upaya memperluas ruang publik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati mengatakan keberadaan CFD dan CFN di kawasan Alun-Alun Lumajang selama ini terbukti mampu menciptakan perputaran ekonomi yang cukup besar bagi pelaku usaha mikro dan pedagang kaki lima.
“Maka saya akan membuka kawasan CFD dan CFN di tempat yang nanti kita cari, tempat yang bisa membuka ekonomi baru melalui kegiatan CFD dan CFN,” kata Bunda Indah saat dikonfirmasi awak media, Minggu (14/6/2026).
Menurut dia, aktivitas CFD dan CFN yang digelar setiap pekan telah memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan masyarakat.
Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kabupaten Lumajang, total perputaran uang dari dua kegiatan tersebut mencapai lebih dari Rp600 juta setiap minggu.
“CFD dan CFN di Alun-Alun ini luar biasa sekali perputaran uangnya. Setelah dicek oleh Kepala Diskopindag, perputaran uangnya mencapai Rp600 juta lebih per minggu,” ujarnya.
Perputaran ekonomi tersebut, lanjut Bunda Indah, sebagian besar dinikmati oleh pelaku UMKM dan pedagang kaki lima yang memanfaatkan momentum keramaian masyarakat setiap akhir pekan.
Ia mencontohkan, sejumlah pedagang makanan ringan seperti penjual cilok dan cilot mampu memperoleh pendapatan hingga lebih dari Rp1 juta dalam satu kali kegiatan.
“Yang salah satunya adalah penjual cilot. Penjual cilot itu sudah di angka Rp1 jutaan. Mereka merasakan manfaatnya dan hampir semuanya mengalami kenaikan pendapatan ketika ada CFD dan CFN,” katanya.
Bunda Indah menegaskan, pengembangan lokasi baru CFD dan CFN bukan semata menghadirkan tempat rekreasi bagi masyarakat, melainkan juga sebagai instrumen untuk menciptakan pusat-pusat ekonomi baru di berbagai wilayah.
Menurutnya, ruang publik yang produktif akan membuka lebih banyak peluang usaha, memperkuat interaksi sosial masyarakat, sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan.
“Ruang publik yang produktif akan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Karena itu, kami ingin menghadirkan destinasi-destinasi baru yang mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus menjadi ruang interaksi sosial yang nyaman,” tutur Bunda Indah.
Selain menyiapkan lokasi baru CFD dan CFN, Pemerintah Kabupaten Lumajang juga tengah merancang penataan kawasan perkotaan melalui pembangunan dan pengembangan jalur pedestrian di sepanjang Jalan PB Sudirman.
“Penataan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pejalan kaki sekaligus menciptakan ruang publik yang lebih ramah, aman, dan tertata bagi masyarakat,” pungkasnya.





