TMMD ke-129 Dimulai di Randuagung, Bupati Lumajang Bangun Jalan 830 Meter dan Rehab 5 Rutilahu

Bupati Lumajang Indah Amperawati meresmikan TMMD ke-129 di Desa Ledoktempuro Kecamatan Randuagung.Lumajang,(DOC) – Bupati Lumajang Indah Amperawati resmi membuka pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 di Desa Ledoktempuro, Kecamatan Randuagung, Rabu (15/7/2026). Program kolaborasi antara TNI, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, dan masyarakat ini difokuskan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga desa.

Pada TMMD ke-129, sejumlah pekerjaan fisik akan dilaksanakan, meliputi pembangunan jalan rabat beton sepanjang 830 meter, pembangunan saluran drainase, serta rehabilitasi lima unit Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) bagi masyarakat yang membutuhkan.

Bacaan Lainnya

Bupati Lumajang yang akrab disapa Bunda Indah mengatakan, Desa Ledoktempuro dipilih sebagai lokasi TMMD karena masih membutuhkan peningkatan infrastruktur dan memiliki semangat gotong royong masyarakat yang tinggi.

“Lokasi ini dipilih karena kondisi jalannya memang membutuhkan penanganan. Selain itu, masyarakatnya memiliki semangat gotong royong yang luar biasa. Babinsa, Bhabinkamtibmas, pemerintah desa, dan masyarakat bekerja sama dengan sangat baik. Modal sosial seperti ini menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan pembangunan,” ujar Bunda Indah.

Menurutnya, pembangunan jalan dan drainase diharapkan mampu meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus memperlancar aktivitas ekonomi warga.

Perbaiki Rumah Warga hingga Dukung Penurunan Stunting

Selain membangun infrastruktur jalan, Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lumajang juga merehabilitasi lima rumah tidak layak huni agar masyarakat dapat tinggal di rumah yang lebih aman, sehat, dan nyaman.

“Kami ingin pembangunan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Bukan hanya membangun jalan, tetapi juga meningkatkan kualitas tempat tinggal warga melalui perbaikan rumah tidak layak huni,” katanya.

Bunda Indah menegaskan, TMMD bukan hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Program tersebut juga diisi berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat, termasuk penyuluhan kesehatan dan percepatan penurunan angka stunting di tingkat desa.

“Melalui TMMD ini kami ingin membangun desa secara menyeluruh. Infrastruktur dibangun, kualitas kesehatan masyarakat juga ditingkatkan melalui berbagai edukasi dan program penanganan stunting sehingga manfaatnya benar-benar berkelanjutan,” jelasnya.

Baca Juga:  Dari TPS ke Kampung, Tri Rismaharini Sambangi Warga dan Pastikan Kesehatan Mereka

Ia memastikan seluruh pelaksanaan TMMD dilakukan secara transparan dengan dukungan APBD, sinergi TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, serta partisipasi aktif masyarakat.

Di akhir kegiatan, Bunda Indah mengajak masyarakat menjaga dan merawat seluruh hasil pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Saya berharap setelah seluruh pembangunan selesai, masyarakat dapat menjaga dan merawatnya bersama-sama. Dengan begitu, jalan tetap awet, akses ekonomi semakin lancar, dan manfaatnya bisa dirasakan oleh generasi yang akan datang,” pungkasnya.(r7)

Pos terkait