BPOM Pastikan Rempah Indonesia Aman Masuk Pasar AS

BPOM Pastikan Rempah Indonesia Aman Masuk Pasar AS

Surabaya,(DOC)Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memastikan rempah-rempah Indonesia aman menembus pasar Amerika Serikat. Kepastian tersebut di tandai dengan pelepasan ekspor rempah bebas kontaminasi radionuklida Cesium-137 yang di pimpin langsung Kepala BPOM Taruna Ikrar di PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Bacaan Lainnya

Pelepasan ekspor ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam menjaga keberlanjutan akses pasar global, sekaligus menegaskan komitmen Indonesia memenuhi standar keamanan pangan internasional. Amerika Serikat merupakan salah satu pasar utama rempah Indonesia, namun dalam beberapa waktu terakhir pengawasan di perketat menyusul temuan kontaminasi Cesium-137 pada sejumlah produk ekspor.

Melalui kebijakan Import Alert 99-51 dan 99-52, U.S. Food and Drug Administration (US FDA) menerapkan skema Detention Without Physical Examination (DWPE) terhadap sejumlah komoditas berisiko, termasuk rempah-rempah asal Indonesia.

Menindaklanjuti kebijakan tersebut, US FDA secara resmi menunjuk BPOM sebagai Certifying Entity (CE) untuk produk rempah Indonesia yang di ekspor ke Amerika Serikat. Penunjukan ini memberikan mandat kepada BPOM untuk melakukan pemeriksaan fasilitas produksi, verifikasi, pengambilan sampel, pengujian cemaran radionuklida, hingga penerbitan sertifikat keamanan ekspor berupa Shipment-Specific Certificate (SSC).

Kepala BPOM Taruna Ikrar menyatakan, pelepasan ekspor ini menjadi bukti kesiapan Indonesia menjawab tantangan global terkait keamanan pangan.

“Alhamdulillah, hari ini kita melepas ekspor rempah bebas Cesium-137 ke Amerika Serikat. Penunjukan BPOM sebagai Certifying Entity oleh US FDA merupakan bentuk kepercayaan sekaligus pengakuan atas kredibilitas sistem pengawasan pangan Indonesia,” ujar Taruna, Selasa (16/12/2025).

Ia menjelaskan, BPOM telah memperkuat aspek regulasi, sistem, dan teknis di lapangan. Upaya tersebut meliputi pemeriksaan fasilitas eksportir, pemindaian Cesium-137 menggunakan Radioisotope Identification Device (RIID) bekerja sama dengan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), serta pengujian laboratorium lanjutan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Baca Juga:  TPID Surabaya Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Nataru 2025

“Sebagai bukti pemenuhan persyaratan keamanan, BPOM menerbitkan Shipment-Specific Certificate. Sertifikat ini menjadi jaminan bahwa rempah yang di ekspor aman dan sesuai ketentuan FDA,” katanya.

Pada periode November hingga Desember 2025, tercatat 125 pengiriman rempah siap di ekspor ke Amerika Serikat. Sekitar 82 persen di antaranya telah melalui proses pemindaian dan pengambilan sampel, dengan 37 SSC di terbitkan hingga 12 Desember 2025. Dalam seremoni ini, BPOM melepas delapan kontainer berisi cengkeh dan kayu manis dengan total volume 174 ton dan nilai ekonomi sekitar Rp14 miliar.

Import Alert US FDA

Taruna menegaskan, pengiriman ini sekaligus menjawab kekhawatiran terkait kebijakan import alert US FDA.

“Ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi pemerintah, pelaku usaha, serta seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Dari sisi regulasi, BPOM telah menerbitkan berbagai pedoman, antara lain Pedoman Pemeriksaan Fasilitas Eksportir Rempah ke Amerika Serikat, Protokol Pemindaian Produk Rempah, serta Protokol Pengambilan Contoh dan Pengujian. Untuk pelaku usaha, BPOM juga menyusun Skema Sertifikasi Ekspor Rempah dan Panduan Praktis Ekspor Rempah ke Amerika Serikat.

Apresiasi terhadap peran BPOM di sampaikan Ketua Bidang Komunikasi dan Diplomasi Satgas Penanganan Kontaminasi Cesium-137, Bara Krishna Hasibuan. Ia menilai langkah cepat dan terukur BPOM menjadi kunci pemulihan ekspor rempah Indonesia ke pasar Amerika Serikat.

“Pemerintah Amerika Serikat tidak memberlakukan larangan total, melainkan pengetatan melalui red list dan yellow list. Produk yang di lepas hari ini berasal dari perusahaan kategori yellow list, dan BPOM bekerja sangat cepat serta profesional,” ujar Bara.

Ia menambahkan, proses sertifikasi dan pengujian yang di lakukan BPOM bersama BRIN dan lembaga terkait memastikan rempah Indonesia bebas dari kontaminasi Cesium-137, sekaligus memperkuat kepercayaan pasar global.

Sementara itu, PT Terminal Petikemas Surabaya menyatakan dukungan penuh terhadap kelancaran ekspor. Direktur Operasi TPS, Noor Budiwan, menegaskan kesiapan pelabuhan dalam mendukung rantai logistik internasional.

“Pelepasan ekspor ini tidak hanya menunjukkan komitmen Indonesia terhadap standar keamanan pangan internasional, tetapi juga memperkuat peran pelabuhan sebagai simpul penting rantai logistik global,” ujarnya. (r6)

Pos terkait