Wali Kota Eri Tawarkan Padat Karya untuk Ojol Viral Bawa Balita

Wali Kota Eri Tawarkan Padat Karya untuk Ojol Viral Bawa Balita

Surabaya,(DOC) – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengunjungi kediaman Anna Indrawati, warga Jalan Indrapura Pasar RT 04 RW 11, Kelurahan Perak Utara, Kecamatan Pabean Cantikan, Rabu (28/1/2026). Kunjungan tersebut di lakukan sebagai bentuk silaturahmi sekaligus menawarkan kesempatan kerja melalui program Padat Karya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Bacaan Lainnya

Anna merupakan seorang pengemudi ojek online (ojol) yang sempat viral di media sosial karena bekerja sambil menggendong anaknya yang masih balita. Kondisi tersebut mengundang simpati warganet dan mendapat perhatian langsung dari Wali Kota Surabaya.

Dalam kunjungannya, Wali Kota Eri mengajak Anna dan suaminya untuk bergabung dalam program Padat Karya Pemkot Surabaya agar memiliki penghasilan yang lebih stabil dan kehidupan keluarga yang lebih layak ke depannya.

“Kalau mau mengubah hidup, ayo suaminya tidak lagi bekerja sebagai ojol, kami siapkan Padat Karya. Ternyata mau. Untuk ibu Anna, kami tawarkan pekerjaan menjahit agar bisa bekerja dari rumah sambil menjaga anak,” ujar Wali Kota Eri.

Ia mengungkapkan, selama menjadi pengemudi ojol, penghasilan pasangan suami istri tersebut hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan harian. Padahal, Anna memiliki satu anak yang masih duduk di bangku kelas X SMA dan satu anak balita yang kerap di bawa bekerja karena tidak ada yang menjaga.

“Makanya saya datang langsung ke rumahnya untuk memastikan yang laki-laki sudah bekerja di Padat Karya dan yang perempuan bisa bekerja dari rumah. Apalagi kondisi putrinya juga sedang sakit,” ungkapnya.

Wali Kota Surabaya yang akrab di sapa Cak Eri itu menegaskan, Pemkot Surabaya tidak ingin warganya hanya bergantung pada bantuan sosial semata. Melalui program Padat Karya, ia berharap warga dapat bangkit dan mengubah nasibnya secara mandiri.

“Saya beri waktu empat bulan. Dalam empat bulan itu, mereka harus bisa mengubah hidupnya menjadi lebih sejahtera. Ini bisa menjadi inspirasi warga Surabaya lainnya, bahwa jangan hanya menerima bantuan, tapi mau berusaha mengubah hidup,” tegasnya.

Baca Juga:  Donasi Warga Surabaya Tembus Rp1,35 Miliar untuk Korban Bencana Sumatra

Pendampingan Intensif

Tak hanya menyediakan pekerjaan, Pemkot Surabaya juga akan memberikan pendampingan intensif selama empat bulan ke depan. Wali Kota Eri bahkan meminta Ketua RT setempat untuk turut memantau dan mendampingi keluarga tersebut.

“Mereka ini akan saya jadikan inspirasi dan mentor. Karena RT dan RW yang paling tahu kondisi warganya, tahu siapa yang kesulitan, siapa yang butuh pendampingan,” katanya.

Selain intervensi ekonomi, Wali Kota Eri memastikan anak balita Anna mendapatkan penanganan kesehatan yang optimal. Pengobatan telah di lakukan melalui RSUD Dr. Mohamad Soewandhie dan puskesmas setempat, dengan pembiayaan di fasilitasi oleh BPJS Kesehatan.

“Pelayanan kesehatan sudah berjalan. RSUD Soewandhie dan puskesmas akan terus memantau kondisi bayinya,” jelasnya.

Sementara itu, Kader Surabaya Hebat (KSH) RT 04 RW 11 Kelurahan Perak Utara, Sulistyowati, mengungkapkan bahwa kondisi keluarga Anna memang cukup memprihatinkan. Suami Anna sempat mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) sebelum akhirnya pasangan tersebut beralih menjadi pengemudi ojol.

“Sebelumnya sering konsultasi ke saya terkait bantuan sekolah. Kami koordinasikan ke kelurahan dan akhirnya mendapatkan bantuan. Setelah pendataan DTSEN, keluarga ini juga menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH),” pungkasnya. (r6)

Pos terkait