Surabaya,(DOC) – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina menegaskan komitmennya dalam memperkuat keandalan penyaluran gas bumi di Jawa Timur. Upaya tersebut di lakukan melalui optimalisasi jaringan pipa terintegrasi serta penguatan infrastruktur pendukung guna memastikan distribusi energi berjalan lancar dan berkelanjutan.
Hingga saat ini, realisasi penyaluran gas bumi PGN di Jawa Timur tercatat mencapai 197,91 BBTUD. Sebagian besar pasokan di serap sektor industri yang menjadi motor penggerak perekonomian daerah. Ke depan, angka tersebut di proyeksikan terus meningkat seiring pertumbuhan aktivitas industri dan kebutuhan energi regional.
Komitmen PGN ini sejalan dengan pandangan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, menilai tingginya konsumsi gas bumi di Jawa Timur mencerminkan potensi besar pengembangan sektor energi gas.
“Penyerapan gas bumi di Jawa Timur menunjukkan tren kebutuhan yang sangat tinggi. Dengan kebutuhan yang terus tumbuh, di versifikasi sumber energi harus terus di perkuat agar pasokan tetap terjaga,” ujar Wahyudi dalam sebuah agenda di Surabaya.
Direktur Komersial PGN, Aldiansyah Idham, menegaskan kesiapan perusahaan dalam merespons dinamika kebutuhan energi melalui skema pasokan yang fleksibel. Dengan mengintegrasikan jaringan pipa eksisting dan mengoptimalkan infrastruktur beyond pipeline, sumber gas bumi untuk Jawa Timur dapat di pasok dari berbagai titik.
“Kami siap beradaptasi dengan berbagai skema distribusi gas bumi agar dapat merespons kebutuhan pasar secara efisien. Langkah ini sekaligus untuk memastikan keandalan energi di Jawa Timur tetap terjaga,” ujar Aldiansyah, Selasa (3/2).
Strategi Utama
Salah satu strategi utama PGN adalah pendekatan beyond pipeline melalui pemanfaatan Liquefied Natural Gas (LNG) sebagai alternatif pasokan. Kehadiran infrastruktur LNG di Jawa Timur di harapkan mampu meningkatkan fleksibilitas distribusi, memperkuat integrasi jaringan, serta mendukung ketahanan energi regional.
Sementara itu, General Manager SOR III PGN, Hedi Hedianto, menambahkan bahwa pihaknya terus melakukan penguatan teknis dan operasional untuk menjaga stabilitas jaringan gas bumi di Jawa Timur.
“Optimalisasi jaringan, penguatan pasokan dari berbagai sumber, serta koordinasi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan menjadi bagian dari strategi kami agar layanan gas bumi kepada pelanggan tetap andal dan berkelanjutan,” ujarnya.
Selain sektor industri, PGN juga terus memperluas program Jaringan Gas Rumah Tangga (Jargas) di Jawa Timur. Program ini bertujuan menyediakan akses gas bumi langsung bagi rumah tangga dan pelaku UMKM, sekaligus mendorong pemanfaatan energi domestik yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Pengembangan Jargas di nilai sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mendorong transisi energi bersih menuju target Net Zero Emission 2060. Melalui berbagai langkah tersebut, PGN berharap dapat terus menjadi tulang punggung penyedia energi gas bumi yang andal, efisien, dan berkelanjutan bagi pembangunan ekonomi Jawa Timur. (r6)





