PGN Edukasi Warga Tembelang Jombang, Perkuat Keamanan Jargas dengan Layanan Siaga 24 Jam

PGN Edukasi Warga Tembelang Jombang, Perkuat Keamanan Jargas dengan Layanan Siaga 24 Jam

Surabaya,(DOC)PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) terus memperkuat edukasi keselamatan penggunaan gas bumi kepada masyarakat. Kali ini, sosialisasi digelar di Balai Kelurahan Pesantren, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman warga terhadap penggunaan jaringan gas (jargas) rumah tangga yang aman dan efisien.

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini menjadi langkah strategis PGN dalam mendukung program pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap LPG sekaligus mendorong pemanfaatan energi domestik yang lebih ramah lingkungan.

Area Head PGN Area Sidoarjo, Heri Frastiono, menegaskan bahwa edukasi keselamatan menjadi aspek krusial seiring meningkatnya jumlah pelanggan jargas di wilayah Jombang. Saat ini, layanan gas bumi telah mengalir selama 24 jam tanpa henti kepada ribuan pelanggan.

“Gas bumi memiliki banyak keunggulan, mulai dari praktis, efisien, hingga lebih ramah lingkungan. Namun, pemanfaatannya harus diiringi dengan pemahaman yang baik terkait aspek keselamatan,” ujar Heri di sela kegiatan, Rabu (29/4).

Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat dibekali pengetahuan dasar penanganan dini apabila terjadi indikasi kebocoran gas. Warga diimbau untuk tetap tenang, segera menutup kran utama, membuka ventilasi udara, serta menghindari sumber api.

PGN juga memastikan kesiapsiagaan layanan darurat selama 24 jam melalui Pertamina Contact Center 135. Tim teknis di lapangan dilengkapi dengan teknologi pendeteksi gas seperti Laser Mini Methane (LMM) untuk memastikan respons cepat dan akurat terhadap laporan masyarakat.

“Jika terjadi kendala, masyarakat tidak perlu panik. Cukup hubungi layanan kami, petugas akan segera datang dengan peralatan yang memadai,” jelasnya.

Heri menambahkan, hingga saat ini jumlah pelanggan jargas di Jombang mencapai sekitar 4.859 pelanggan, yang didominasi sektor rumah tangga dan pelaku usaha kecil. Menurutnya, penggunaan gas bumi memberikan keuntungan dari sisi efisiensi karena sistem pembayaran berbasis volume pemakaian.

Baca Juga:  Pemerintah Kelabakan Hadapi Neraca Perdagangan Migas yang Kian Defisit

“Gas bumi itu terukur. Apa yang digunakan, itulah yang dibayar. Ini sangat menguntungkan, terutama bagi pelaku usaha seperti rumah makan dan kafe,” imbuhnya.

Pemerintah desa setempat turut mengapresiasi kegiatan ini. Kepala Desa Pesantren, Achmad Wahyudi, menilai sosialisasi langsung seperti ini efektif dalam meningkatkan rasa aman dan kepercayaan masyarakat terhadap penggunaan jargas.

“Kami menyambut baik kegiatan ini. Warga menjadi lebih paham dan yakin bahwa gas bumi adalah solusi energi yang aman dan nyaman,” ujarnya.

Antusiasme juga datang dari warga. Salah satu peserta, Nunuk Ainur Rohmah, mengaku kini lebih memahami cara penanganan jika terjadi kebocoran gas.
“Setelah ikut sosialisasi, saya jadi lebih tenang. Sekarang tahu harus membuka ventilasi dan segera melapor jika ada bau gas,” tuturnya.

Selain edukasi keselamatan, PGN juga memperkenalkan aplikasi PGN Mobile yang memungkinkan pelanggan melakukan pencatatan meter secara mandiri dan digital. Inovasi ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam memantau konsumsi energi sehari-hari.
Lebih jauh, PGN mulai mendorong pemanfaatan gas bumi tidak hanya untuk memasak, tetapi juga untuk kebutuhan lain seperti pemanas air hingga pendingin.

Langkah ini diyakini dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendukung produktivitas pelaku UMKM.
PGN berharap kegiatan sosialisasi ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak wilayah. Dengan pendekatan edukasi langsung serta dukungan teknologi, perusahaan optimistis pemanfaatan gas bumi akan semakin meluas dan berkontribusi terhadap kemandirian energi nasional. (r6)

Pos terkait