
Tuban, (DOC) – Sektor pertanian di Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, kini memasuki era baru. Tak lagi sepenuhnya bergantung pada alat konvensional yang memakan waktu dan biaya besar, para petani di desa ini mulai beralih dengan mengadopsi teknologi pertanian berbasis listrik (Electrifying Agriculture).
Langkah modernisasi ini terwujud berkat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Terang Tani (Teknologi Rangkaian Energi Bagi Petani) yang diinisiasi oleh PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM).
Bantuan teknologi hijau ini diserahkan langsung kepada Kelompok Tani Ngroto Makmur dalam sebuah kolaborasi yang melibatkan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Tuban, serta Forkopimcam Semanding, Kamis (2/7/2026).
Jika biasanya program sosial hanya menyentuh aspek konsumtif, PLN mendobrak pola lama dengan memberikan ekosistem alat produksi hulu-hilir yang ramah lingkungan. Paket bantuan yang diberikan meliputi traktor listrik, mesin perontok jagung listrik, alat penyemprot hama listrik, hingga mesin pemotong rumput listrik.
Selain alat, petani juga mendapatkan pupuk berkualitas tinggi dan bibit tanaman dan pembangunan saung pertemuan, gudang kelompok tani, hingga fasilitas sanitasi.
“Kehadiran peralatan modern berbasis listrik ini akan mempercepat seluruh proses, mulai dari pengolahan lahan hingga masa pascapanen. Kami optimis pekerjaan jadi jauh lebih efisien, panen lebih cepat, dan kantong petani tentu lebih tebal,” ungkap L. Heru Imam Furi, Ketua Kelompok Tani Ngroto Makmur dengan nada optimis.
General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, menjelaskan bahwa Electrifying Agriculture bukan sekadar tren, melainkan strategi konkret untuk memotong biaya operasional petani dalam jangka panjang.
“Penggunaan energi listrik di lahan pertanian terbukti mampu meningkatkan efisiensi kerja dan menekan emisi karbon. Langkah ini sejalan dengan target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama dalam menciptakan pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi di tingkat desa,” jelas Ika.
Senada dengan hal tersebut, Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UIT JBM, Andri Oktavian, menegaskan bahwa program TJSL PLN kini dirancang adaptif. “Kami tidak hanya memberikan bantuan sosial, tetapi menyelaraskannya dengan program prioritas nasional: menjaga ketahanan pangan dan mendongkrak kesejahteraan masyarakat rural,” pungkasnya.
Melalui lompatan teknologi ini, PLN membuktikan bahwa aliran listrik mereka tidak hanya menerangi rumah-rumah warga, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi yang mengubah sawah konvensional menjadi lumbung pangan modern yang berkelanjutan.





