Madiun,(DOC) – PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) terus memperkuat keandalan sistem kelistrikan di Jawa Timur.
Upaya ini di kerjakan lewat pemeliharaan intensif di Gardu Induk (GI) Manisrejo dan GI Ngawi. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi preventif untuk menjaga kinerja peralatan bertegangan tinggi.
Tim dari Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Madiun terlibat langsung dalam kegiatan ini. Di GI Manisrejo, PLN melakukan pemeliharaan rutin pada Interbus Transformer (IBT) #2. Selain itu, PLN juga mengganti Current Transformer 70 kV.
Penggantian tersebut dilakukan setelah tim menemukan anomali pada peralatan lama. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari program peremajaan aset atau life extension program.
Di GI Ngawi, PLN memperkuat sistem dengan mengganti penopang Lightning Arrester (LA). Tim juga menambah gas SF6 pada bay Manisrejo 2.
Gas SF6 (Sulfur Hexafluoride) berfungsi sebagai media isolasi utama. Sementara itu, Lightning Arrester melindungi peralatan dari gangguan tegangan lebih akibat petir maupun proses switching.
Penguatan di kedua gardu induk ini dinilai krusial. PLN ingin memastikan sistem proteksi dan isolasi tetap optimal sehingga potensi gangguan listrik bisa ditekan.
General Manager PLN UIT Jawa Bagian Timur dan Bali, Ika Sudarmaja, menegaskan bahwa keandalan menjadi prioritas utama dalam operasional.
“Keandalan harus menjadi prioritas utama. Pemeliharaan bukan sekadar rutinitas, tetapi langkah strategis untuk menjaga sistem tetap aman dan andal,” ujarnya, Selasa (7/4).
PLN juga menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara disiplin dalam seluruh tahapan pekerjaan, mulai dari persiapan hingga pengujian akhir.
Sinergi antara ULTG Madiun dan tim GI Ngawi membuat seluruh pekerjaan berjalan lancar dan selesai tepat waktu.
Melalui langkah ini, PLN menegaskan komitmennya dalam menjaga keandalan sistem transmisi, khususnya di wilayah Madiun hingga Ngawi dan sekitarnya. PLN berharap pasokan listrik tetap stabil, andal, dan berkualitas bagi masyarakat.(ode/r7)





