Kisah Pilu 3 Lansia Bersaudara di Lumajang, Tinggal di Rumah Asbes dan Numpang Mandi demi Air Bersih

Kisah Pilu 3 Lansia Bersaudara di Lumajang, Tinggal di Rumah Asbes dan Numpang Mandi demi Air Bersih
Bupati Lumajang, Indah Amperawati dan Wakilnya, Yudha Adji melakukan kunjungan ke lansia Lumajang. (Foto: Ist)

Lumajang, (DOC)Kisah pilu dialami tiga perempuan lanjut usia (lansia) bersaudara yang tinggal di sebuah rumah tidak layak huni di RT 28 RW 03, Kelurahan Tompokersan, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang. Ketiganya, yakni Karimah, Tukah, dan Rasmani, hidup dalam keterbatasan ekonomi di rumah sederhana berbahan asbes yang berdiri di atas lahan sewa.

Selain kondisi bangunan yang memprihatinkan, ketiga lansia ini juga belum memiliki akses air bersih yang memadai. Untuk keperluan mandi, mereka terpaksa menumpang di rumah warga dan kediaman Ketua RW setempat, lantaran air sumur di dekat rumah mereka sangat kotor dan tidak layak konsumsi.

Bacaan Lainnya

Meski hidup serba kekurangan, mereka tetap berusaha mandiri dengan memelihara beberapa ekor ayam dan menjual telurnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Beruntung, kepedulian warga sekitar juga tinggi.

Menurut Ketua RT setempat, Rasad, warga telah membantu menyokong kebutuhan makan ketiga lansia tersebut selama dua tahun terakhir.

Kondisi ini memicu perhatian Bupati Lumajang, Indah Amperawati, dan Wakil Bupati, Yudha Adji Kusuma. Keduanya turun langsung mengunjungi kediaman ketiga lansia tersebut untuk memastikan bantuan dari pemerintah daerah.

Bupati Indah Amperawati menjelaskan bahwa saat ini prioritas pemerintah adalah menyelesaikan persoalan lahan, mengingat masa sewa tanah tempat rumah tersebut berdiri sudah habis.

“Masa sewa lahannya sudah habis. Saya bersama Mas Wabup berencana menyewa kembali lahan itu kepada pemiliknya selama tiga tahun ke depan,” ujar Indah.

Indah mengaku sempat menawarkan agar ketiganya bersedia dipindahkan ke panti jompo agar kebutuhan hidup dan kesehatannya lebih terjamin. Namun, tawaran tersebut ditolak karena mereka memilih untuk tetap tinggal di rumahnya sendiri.

“Karena mereka tidak mau meninggalkan rumah, pemerintah harus memastikan mereka tetap sehat dan mendapat pendampingan di lingkungan tempat tinggalnya,” jelasnya.

Selain mengurus sewa lahan, pemerintah daerah juga akan mengupayakan bantuan modal untuk pengembangan usaha ternak ayam mereka agar tetap produktif, serta mengecek ulang data Dinas Sosial agar mereka bisa terdaftar dalam program perlindungan sosial dari pemerintah pusat.

Baca Juga:  Kandang Ternak Ludes Terbakar 23 Ribu Ekor Ayam Hangus Terpanggang

Saat ini, ketiganya tercatat baru menerima santunan rutin sebesar Rp300 ribu per bulan dari Baznas.

Sementara itu, Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar seperti akses air bersih dan pelayanan kesehatan akan segera dieksekusi.

“Akses air bersih akan segera dipasang melalui jaringan PDAM agar mereka tidak lagi menumpang ke tetangga. Untuk kesehatan, nanti akan diperiksa langsung oleh dokter secara berkala, termasuk melakukan tindakan medis jika diperlukan untuk keluhan pada mata mereka,” pungkas Yudha.

Pos terkait