Disokong APBN Rp400 Miliar, Konstruksi Flyover Taman Pelangi Segera Dimulai

Pemkot Surabaya Tuntaskan Ganti Rugi Flyover Taman Pelangi
Ilustrasi flyover Taman Pelangi yang segera dimulai untuk dikerjakan. (Foto: Dinkominfo Surabaya)

Surabaya, (DOC) – Titik sumbatan lalu lintas di Surabaya Selatan yang kerap menguji kesabaran pengendara akan segera terurai. Pembangunan Flyover Taman Pelangi di Jalan Ahmad Yani dipastikan siap dilakukan pengerjaan fisik dengan suntikan dana APBN mencapai Rp400 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum.

Langkah ini menjadi terobosan besar Pemkot Surabaya untuk melenyapkan salah satu simpul kemacetan terparah di Kota Pahlawan. Pemkot Surabaya telah menuntaskan tugas krusialnya dalam penyediaan lahan, termasuk meratakan area Kampung Tengah yang selama ini membelah Jalan Ahmad Yani.

Bacaan Lainnya

Proses pembebasan lahan yang sempat menjadi ganjalan kini telah tuntas melalui mekanisme konsinyasi. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan seluruh bangunan warga di area terdampak telah dirobohkan usai para pemilik menerima ganti rugi.

Saat ini, fokusnya hanya menyisakan pembebasan lahan skala kecil untuk akses keluar-masuk (exit-entry) jembatan layang tersebut.

“Semua bangunan sudah konsinyasi dan menerima uang. Kita tuntaskan perobohan seluruh bangunan rumah agar ruang pembangunan flyover terbuka sepenuhnya,” ujar Eri Cahyadi sebelumnya.

Setelah pembersihan lahan tuntas, Pemkot Surabaya langsung berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk melangkah ke tahap survei lapangan dan pelaksanaan konstruksi fisik.

Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya, Reinhard Oliver, mengonfirmasi bahwa seluruh pengerjaan konstruksi hingga pendanaan berada di bawah kewenangan pemerintah pusat.

“Pembangunan fisiknya menggunakan APBN. Lahan utamanya sudah siap, tinggal sedikit pembebasan di area keluar-masuk flyover,” jelas Reinhard, Kamis (3/9/2026).

Flyover Taman Pelangi dirancang memiliki dua setengah lajur dengan target pengerjaan yang dimulai bertahap hingga 2027. Kehadiran infrastruktur megah ini diyakini bakal mengurai beban volume kendaraan yang melintas di koridor utama Surabaya–Sidoarjo secara signifikan.

Pos terkait