
Lumajang, (DOC) – Antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kian menyita waktu warga.
Di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), antrean sepeda motor hingga truk dilaporkan memanjang sampai ke jalan raya, bahkan mencapai ratusan meter.
Kondisi tersebut salah satunya terlihat di SPBU Karangsari, Kecamatan Kedungjajang, pada Sabtu (17/10/2026).
Kendaraan mengantre untuk memperoleh BBM bersubsidi, terutama Pertalite dan solar. Sejumlah pengendara mengaku harus menunggu lama sebelum mendapatkan bahan bakar.
Yuli, salah seorang warga yang mengantre Pertalite, mengatakan antrean panjang bukan kali pertama terjadi. Menurut dia, kondisi serupa berlangsung berulang kali dan juga dirasakan di sejumlah SPBU lain di wilayah Lumajang.
Ia mengaku sudah menunggu sekitar satu jam, tetapi kendaraannya belum juga mendapatkan giliran untuk mengisi bahan bakar.
“Antreannya panjang sekali. Hampir setiap hari kondisinya seperti ini. Saya sudah menunggu satu jam, tetapi belum juga dilayani,” ujar Yuli saat ditemui di SPBU Karangsari.
Menurut Yuli, persoalan antrean tersebut telah berlangsung cukup lama dan mulai mengganggu kegiatan sehari-hari. Waktu yang seharusnya digunakan untuk bekerja maupun menjalankan aktivitas lain terpaksa tersita untuk menunggu pengisian BBM.
Ia berharap pelayanan dan ketersediaan Pertalite dapat kembali normal sehingga masyarakat tidak perlu menghabiskan waktu berjam-jam di SPBU.
“Harapannya kondisi bisa kembali normal. Kalau harus mengantre selama ini, aktivitas sehari-hari tentu ikut terganggu,” katanya.
Sopir Truk Keluhkan Antrean Solar
Keluhan serupa juga disampaikan para pengemudi kendaraan roda empat, khususnya sopir truk yang membutuhkan solar untuk menunjang kegiatan operasional mereka.
Husnan, salah seorang sopir truk yang ikut mengantre solar, berharap pihak terkait segera mengambil langkah untuk mengatasi persoalan tersebut. Menurut dia, antrean panjang membuat pengemudi harus mengalokasikan lebih banyak waktu untuk mendapatkan bahan bakar.
Ia meminta Pertamina bersama pihak terkait mencari solusi agar distribusi dan pelayanan BBM bersubsidi berjalan lebih baik, sehingga antrean tidak terus meluber ke jalan raya.
“Kami berharap Pertamina bisa membantu mencari jalan keluar supaya antrean seperti ini tidak terus terjadi. Perlu ada solusi agar masyarakat tidak terus menunggu lama,” ujar Husnan.
Antrean yang memanjang hingga jalan raya juga menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian karena berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas di sekitar SPBU.
Warga berharap pemerintah, Pertamina, serta instansi terkait segera mengevaluasi kondisi penyaluran BBM bersubsidi di wilayah Lumajang.
Mereka menginginkan kepastian ketersediaan bahan bakar dan pelayanan yang lebih tertib agar antrean panjang tidak terus berulang.





