Surabaya,(DOC) – Salah satu persiapan Dinas Perhubungan untuk menyambut arus mudik dan arus balik yakni melakukan pemeriksaan tanggap darurat untuk bus. Selain itu juga dilakukan tes urine untuk kru bus dan dicek kesehatannya oleh petugas gabungan dari Dishub dan instansi terkait, di Terminal Tambak Osowilangun, Kamis (2/7/2015).
Dikatakan Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya, Irvan Wahyu Drajat, pemeriksaan tanggap darurat dan tes urine sebagai bagian antisipasi keamanan penumpang bus sekaligus langkah preventif meminimalisir kecelakaan lalu lintas selama mudik Lebaran.
“Petugas gabungan yang dimotori Dishub Kota Surabaya memeriksa kelaikan angkutan mudik di Terminal Oso Wilangun (TOW) Surabaya. Seluruh armada bus akan diplototi kelayakan operasi di jalanan,” katanya.
Diungkapkan Irvan Wahyu Drajat menuturkan bahwa anggotanya saat ini fokus untuk memeriksa setiap kendaraan bus di TOW.
“Kami tegaskan bahwa keselamatan penumpang adalah menjadi perhatian utama. Jangan sampai penumpang menjadi korban gara-gara ketidaklayakan bus,” ungkap Irvan.
Pemeriksaan kendaraan dan kru juga melibatkan Dinkes dan petugas lain. Pemeriksaan bus, lebih ditekankan kepada kondisi kelayakan kendaraan. Selain itu pemeriksaan juga mengecek tentang perlengkapan tanggap darurat.
“Termasuk apakah ada alat pemecah kaca jika diperlukan saat darurat. Untuk ban serep pun juga kita periksa dan kami minta untuk dilengkapi. Kami juga tegaskan agar sopir agar tidak ugal-ugalan saat bawa kendaraan,” tegas Irvan.
Khusus sopir dan kru, pemeriksaan juga akan mengarah pada kondisi kesehatan mereka. Kesiapan fisik dan mental mereka saat menyetir. Mulai tes tensi sampai tes urine.
Sedangkan hasil pemeriksaan tanggap darurat total sebanyak 16 bus diperiksa. Adapun hasilnua yang ditindak tilang 1 bus dengan pelanggaran ijin trayek habis masa berlaku. Kemudian 1bus dikeluarkan dari terminal karena ban belakang vulkanisir rusak. Lalu untuk tes urine dilakukan terhadapa 16 awak bus.
“Untuk bus yang ditilang konsekuensinya nanti harus melengkapi kekurangan dan yang ijinnya mati harus mengurus. Lantas untuk hasil tes urine hasilnya menyusul,” jelas Irvan.
Petugas melakukan pemeriksaaan terkait surat-surat kendaraan. Sedangkan perlengkapan kendaraan juga tidak luput dari pemeriksaan yang meliputi sabuk keselamatan, ban cadangan, segitiga pengaman, dongkrak, pembuka roda, kotak obat P3K, alat pemadam kebakaran, martil pemecah kaca dan pintu darurat. Sedangkan untuk kondisi kendaraan, petugas mengecek kondisi lampu-lampu, kipas kaca, klakson serta kondisi ban.
Menurut Irvan, tes urine dilakukan karena terjadinya kecelakaan angkutan mudik Lebaran sebagaian besar disebabkan faktor manusia atau awak bus.
“Untuk sopir yang positif tidak diizinkan menjadi sopir angkutan Lebaran,” tuturnya
Pelaksanaan tes urine ini selalu digelar setiap musim menghadapi mudik Lebaran.(r7)