Lumajang,(DOC) – Kegiatan Musyawarah Nasional(Munas) Partai Golkar nampaknya masih belum jelas pelaksanaannya. Dengan kondisi ini menandakan perpecahan di kepengurusan Partai berlambang Pohon beringin ini masih belum membaik.
Agung Laksono, Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Ancol saat berkunjung di Lumajang Jawa Timur mengaku tidak mengetahui perpecahan ini berakhir.
Mengingat pelaksanaan Munas yang dapat mempersatukan Munas Golkar versi Ancol dan Munas Golkar versi Bali belum jelas jadwalnya. Menurut Agung, hampir kedua kubu tersebut belum menyatakan kesediaannya.
“Bukan hanya hasil Munas Ancol, tetapi munas Riau juga telah habis masa berlakunya dan munas Bali belum disahkan,” ujarnya dihadapan para awak media, Minggu(10/01/2016) kemarin.
Kekosongan kepengurusan di internal partai Golkar seharusnya tidak dibiarkan berlarut – larut. Jika hal ini dibiarkan, menurut Agung, sangat membahayakan eksistensi partai Golkar, sekaligus tidak menguntungkan bagi perkembangan politik Nasional.
“Makanya, kedua kubu yang bertikai harus segera bersatu dengan segala usaha terbaik,” imbuh Agung.
Banyak ide maupun pemikiran yang muncul dari para senior hanya-lah untuk menyelesaikan perselisihan. “Penyelesaian perselisihan itu harus di selesaikan melalui cara di selenggarakan musyawarah Nasional. Pelaksanaan munas agar bisa di selenggarakan pada Februari atau awal Maret 2016,” katanya,
Agung menegaskan, sebenarnya dari pihak pengurus Golkar versi Munas Ancol, telah menyatakan kesiapannya untuk menyelenggarakan Munas bersama. Bahkan para senior Golkar seperti Akbar Tanjung, Siswoyo dan BJ Habibie telah mendorong diselenggarakan Munas bersama.
“Munas yang terbaik di lakukan demokratis, terbuka transparan,dan tidak bertentangan dengan AD ART untuk menyeselesaikan masalah,”katanya. (im/r7)