Jual Beli Makam Fiktif Marak Ditemukan Di Surabaya

Surabaya,(DOC) – Banyak cara untuk mendapatkan rejeki, namun tidak dengan cara yang melanggar, seperti menjual belikan tanah makam fiktif. Modus ini ditemukan di Surabaya, yaitu seorang penjaga makam meraup keuntungan pribadi dengan memperjual belikan makam fiktif. Ditemukannya makam fiktif yang diperdagangkan itu ditindak lanjuti pihak Komisi D DPRD Surabaya.
Atas dasar laporan masyarakat, Komisi D DPRD melakukan pemanggilan terhadap Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) kota Surabaya, terkait adanya makam yang di perdagangkan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.
Laporan warga itu, kami tidak lanjuti dengan memanggil dinas terkait. Namun, karena yang hadir dalam hearing itu kurang kompeten maka hearing ditunda minggu depan. “Yang hadir dalam hearing diwakili staf DKP. Katanya kepala dinas sedang sakit.  Oleh karenanya, yang bersangkutan baru pindah dari Dinas PU BMP, artinya masih perlu adaptasi dengan DKP. Untuk itu kami putuskan hearing kita tunda hari Senin depan (6/2/2017),” terang Wakil Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Junaedi, Rabu(1/2/2017).
“Sementara ini masih satu tempat yang melapor ke Komisi D. Tidak menutup kemungkinan masih ada ditempat-tempat lain yang juga diperjual belikan,” paparnya.
Laporan warga tersebut menerangkan bahwa pihak penjaga makam (juru kunci) telah mengambil keuntungan pribadi dengan memperjual belikan makam tersebut. Artinya lanjut kaji Jun sapaan akrab politisi demokrat ini menegaskan, jual beli makam itu pasti fiktif.
”Bisa jadi makam yang masih kosong dipatoi duluan oleh pihak penjaga makam. Sehingga, jika ada yang meninggal akan di makamkan di tempat itu dibilang sudah penuh. Nanti makam yang dipatok tersebut  diperjual belikan dan kembali dibongkar,” ungkap kaji Jun.
Disinggung berap besaran jual beli makam fiktif itu, kaji Jun masih merahasiakan nilainya.”Nilainya masih kami rahasiakan. Nanti akan kami beberkan secara gamlang. Yang jelas dikisaran puluhan juta rupiah,” tukas ketua fraksi partai Demokrat ini.
Lanjut Junaedi, temuan dan laporan warga ini akan kami kembangkan terus. Bisa jadi semua makam yang ada di Surabaya penjaga makam akan memperdagangkan makam fiktif itu. “ini kan baru satu tempat, kemungkinan juga akan merembet ketempat lainnya,” sambung kaji Jun.
Bisa jadi ada pihak-pihak terkait lainnya yang terlibat dalam jual beli makam fiktif ini. Nanti kita akan kami kembangkan, pungkasnya.(hs/r7)