Surabaya,(DOC) – Sejumlah nama calon direksi Perusahaan Daerah Pasar Surya (PDPS) yang lolos dalam fit and proper test pada 7-8 Desember 2018 lalu, tinggal menunggu keputusan dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.
Hal ini seperti yang disampaikan oleh Hendro Gunawan, Sekretaris Kota (Sekkota) Surabaya, saat menghadiri peresmian operasional Suroboyo Bus di Taman Surya, Jumat(4/1/2019) siang.
“Ya suratnya udah masuk, track recordnya, hasil evaluasinya sudah kita teken,” ungkap Hendro.
Bahkan saat ditanya adanya tahapan lagi, usai evaluasi hasil rekrutmen direksi PDPS, seiring dengan berakhirnya masa jabatan plt, Hendro hanya memastikan, semuanya tergantung Wali kota.
“Menunggu penetapan saja, habis penetapan kita teken,” katanya.
Ia tak berani memutuskan, kapan Wali kota akan menandatangani calon direksi yang akan terpilih nanti. Namun kepastiannya akan dilakukan secepatnya.
“Nanti kita komunikasikan lagi ke Bu Wali (Wali kota,red), mungkin dalam waktu dekat,” pungkasnya.
Seperti diberitakan fit and proper test, dari 16 calon, panitia seleksi (Pansel) calon direksi PD Pasar Surya telah mengusulkan 9 orang.
Tiga nama adalah calon Direktur Utama, berikutnya masing-masing dua nama untuk calon Direktur Administasi Keuangan (DAK), calon Direktur Pembinaan Pedagang (DPP) dan calon Direktur Teknik dan Usaha (DTU).
Nama-nama yang lolos itu adalah berdasarkan penilaian dari tim penguji yang terdiri dari Prof Dr Djoko Mursinto SE, M.Ec, Ir Don Rozano SP., MM, Doddi Madya Judanto SE, MSc, Drs Kresnayana Yahya M,Sc, dan Agus Widyantoro SH MH.
Masing-masing penguji memberikan nilai, kemudian nilai itu diranking oleh pansel.
Untuk calon dirut, tiga nama (dari empat calon) yang memiliki nilai tertinggi yang diusulkan ke wali kota. Sedangkan untuk DAK, DPP dan DTU, masing-masing dua nama yang memiliki nilai tertinggi yang diusulkan.
Adapun nama untuk calon dirut adalah RM Muchlissaleh Diponegoro, Teguh Wijayanto dan Zandi Ferriansa. Untuk DAK yakni Fajar Raharjo dan Sutjahjo, serta untuk DPP yaitu M Taufikurahman dan Wahyu Siswanto. Sedangkan untuk DTU adalah Muhibudin dan Yusuf Wibisono.(pro/robby/r7)