Makassar (DOC) – Banjir bandang di Gowa Sulsel mengakibatkan sejumlah pemukiman warga terendam banjir. Data sementara tercatat enam orang tewas dan empat jembatan putus.
Banjir itu akibat debit air di Bendungan Bili-bili, Kabupaten Gowa, meningkat hingga 101,39 meter karena intensitas hujan yang tinggi. Pintu air pun terpaksa dibuka guna mencegah jebolnya bendungan terbesar di Sulawesi Selatan itu.
Namun dibukanya pintu air bendungan menyebabkan volume air sungai Jeneberang makin tinggi. Arusnya deras dan meluap hingga ke permukiman warga sejak Selasa siang, 22 Januari 2019.
“Kalau sampai melebihi angka 103 sentimeter, maka bendungan bisa saja jebol,” kata Bupati Gowa Adnan Purichta Ihsan seperti dilansir viva, Rabu (23/1/2019).
Adnan menyebut ada empat jembatan penghubung terputus di wilayahnya. Selain banjir, sejumlah wilayah di Kabupaten Gowa juga longsor. Enam orang dilaporkan meninggal dunia. (viv/gus)