Pemprov Jatim Wacanakan PSBB Surabaya Diperpanjang, Lakukan Observasi Dua Hari

Surabaya,(DOC) – Penerapan Pemberlakuan Sosial Berskala Besar (PSBB) Surabaya Raya untuk wilayah Surabaya, sebagian Sidoarjo dan Gresik, akan berakhir pada hari Senin(11/5/2020) awal pekan.

Seiring dengan akan berakhirnya masa PSBB tersebut, Pemprov Jawa Timur (Jatim) berencana melakukan observasi untuk mengkaji dan mengevaluasi, apakah masa PSBB di perpanjang atau tidak.

Bacaan Lainnya

Observasi akan dilaksanakan selama 2 hari dengan mengacu pada data pertumbuhan kasus Covid-19 di Surabaya Raya.

“PSBB dilaksanakan pada 28 April lalu dan berlaku selama 14 hari yaitu sampai tanggal 11 Mei. Jika pada masa observasi selama 2 hari kedepan, kasus Covid-19 masih terjadi peningkatan, maka dimungkinkan PSBB Surabaya Raya diperpanjang,” ungkap Heru Tjahyono, Sekda Provinsi Jawa Timur dalam konfrensi pers di Grahadi yang juga dihadiri oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa,Jumat(8/5/2020).

Berdasarkan curva Covid-19 yang dimiiki oleh tim Gugus Tugas penanganan Covid-19 Jawa Timur, kata Heru, perkembangan kasus Covid-19 di Sidoarjo dan Gresik selama PSBB, terlihat cukup datar. Peningkatan kasus Covid-19 justru terjadi di Surabaya dengan total jumlah pasien positif mencapai 592 orang.

“Ini yang biru adalah Gresik, pada tanggal 7 Mei sudah menunjukkan posisi datar. Sidoajo biru muda posisi datar juga, tapi pada 7 Mei mulai naik lagi. Surabaya menunjukkan posisi naik. Oleh karena itu kami belum bisa umumkan perpanjangan PSBB dan dari data ini dimungkinkan,” tandasnya.

Sementara dikesempatan yang sama, Tim Survailans Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair Surabaya, Dr. Windhu Purnomo mengusulkan, pelaksanaan PSBB Surabaya Raya diperpanjang satu periode lagi. Usulan ini lebih didasari oleh jurnal tentang masa infeksi virus corona yang bisa berlangsung selama 28 hari.

Selain itu, perpanjangan PSBB Surabaya Raya selama 14 hari lagi, juga tak luput dari hasil pelaksanaannya yang berjalan kurang bagus hingga pada hari ke 11 PSBB periode pertama yang dimulai tanggal 28 April lalu.

Baca Juga:  Ribuan Ikan Mati di Kali Surabaya, ECOTON Desak Investigasi Pencemaran

Ia menilai, selama PSBB masyarakat kurang disiplin dalam mentaati physical distancing dan mematuhi protokol kesehatan.

“Dari populasi itu yang sudah tertular di populasi 30 persen tanpa gejala dan masa infeksiusnya bisa menulari orang lain sampai 14 hari tanpa gejala. Lalu 55 persen yang punya gejala ringan itu masa infeksius sampai 21 hari. 10 persen lagi gejalanya berat sampai parah masa infeksiusnya 25 hari dan  5 persennya kritis masa infeksiusnya 25 hari. Masa menulari itu panjang tidak hanya 14 hari, nah jadi kita usulkan perpanjangan PSBB,” jelasnya.

Mengenai total kasus Covid-19 di Jawa Timur, per Jumat(8/5/2020), jumlah pasien positif mencapai 1.281 pasien. Dari data tersebut, jumlah pasien positif yang masih dirawat sebanyak 931 orang dan sisanya sebanyak 227 orang sudah tidak dirawat lagi. Untuk total jumlah pasien yang meninggal dunia karena Covid-19 di Jawa Timur mencapai 141 orang. Kemudian pasien dalam pengawasan (PDP) total  sebanyak 3.854 orang dan orang dalam pemantauan (ODP) bertambah menjadi 20.858 orang.(div)

Pos terkait