Surabaya,(DOC) – Aksi demonstrasi mahasiswa di depan Polrestabes Surabaya pada Sabtu (30/8/2025) berakhir ricuh. Kericuhan mulai pecah sekitar pukul 16.52 WIB, tak lama setelah pejabat Polrestabes menyampaikan pernyataan di hadapan massa aksi.
Pada awalnya, mahasiswa dari berbagai elemen berorasi secara damai. Mereka menuntut pembebasan rekan-rekan yang masih di tahan di Polrestabes. Koordinator lapangan bahkan menyebut ada sekitar 40 hingga 50 mahasiswa yang belum di lepaskan. Seruan “Bebaskan kawan kami” menggema berkali-kali.
Sebagai bentuk protes damai, mahasiswa juga melemparkan bunga ke arah gerbang Polrestabes. Mereka menegaskan bahwa polisi seharusnya melindungi rakyat, bukan menahan mereka.
Namun, suasana yang semula terkendali mendadak berubah tegang. Sekelompok orang yang di duga bukan berasal dari barisan mahasiswa mulai melakukan provokasi. Mereka melempar batu, kayu, hingga petasan ke dalam area Polrestabes. Botol air mineral juga ikut di lemparkan ke arah aparat yang berjaga.
Lemparan itu memicu kepanikan dan aksi dorong di barisan massa. Puluhan sepeda motor yang terparkir di sekitar lokasi pun roboh akibat kekisruhan.
Menghadapi situasi tersebut, polisi yang sejak awal berjaga di dalam markas menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, turun langsung memimpin pembubaran. Ia sempat meninjau lokasi dan memerintahkan sejumlah pasukan untuk di tarik mundur setelah keadaan berangsur terkendali.
Meski begitu, beberapa remaja yang di duga sebagai provokator berhasil di amankan oleh aparat. Polisi menegaskan bahwa mereka bukan bagian dari barisan mahasiswa.
Hingga pukul 17.20 WIB, Jalan Sikatan di depan Polrestabes masih di tutup total. Pengamanan di perketat dengan penjagaan di gerbang utama serta kawalan pasukan Brimob di mulut Jalan Veteran. Meskipun massa telah membubarkan diri, aparat tetap bersiaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kericuhan susulan. (r6)





