Antisipasi Akses Lumpuh Akibat Gempa NTT, Bulog Siapkan Stok Beras 10 Ton di Kupang

Antisipasi Akses Lumpuh Akibat Gempa NTT, Bulog Siapkan Stok Beras 10 Ton di Kupang
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani. (Foto: Ist)

Jakarta, (DOC)Perum Bulog menyiapkan strategi distribusi berlapis untuk memastikan bantuan pangan segera menjangkau masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan bahwa pola distribusi logistik disesuaikan secara dinamis dengan kondisi akses transportasi di lapangan. Jalur darat melalui armada sepeda motor menjadi prioritas utama untuk menembus titik-titik lokasi yang terisolasi akibat jalan rusak dan material longsor.

Bacaan Lainnya

“Strategi kami, karena di sana banyak jalan longsor, kami memprioritaskan penggunaan sepeda motor. Untuk wilayah yang tidak bisa dilalui kendaraan roda empat, kami terjunkan motor,” kata Rizal di Jakarta, Selasa (18/7/2026).

Jika akses darat lumpuh total, Bulog akan mengalihkan pengiriman melalui jalur udara dan laut berkolaborasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Kalau sepeda motor tidak bisa masuk, kami berkoordinasi dengan BNPB yang memiliki armada angkutan udara maupun laut. Koordinasi intensif dengan Kepala BNPB sudah kami lakukan sejak kemarin malam,” ujar Rizal.

Stok Beras Disiagakan di Simpul Transportasi

Untuk mempercepat respons penanganan darurat, Bulog mengambil langkah taktis dengan menyiagakan cadangan beras masing-masing hingga 10 ton di titik simpul strategis, khususnya bandara dan pelabuhan. Langkah ini diambil berdasarkan evaluasi penanganan bencana di daerah lain.

“Pengalaman kami saat penanganan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menunjukkan pengiriman lebih fleksibel jika beras ditempatkan langsung di bandara dan pelabuhan. Begitu ada kebutuhan mendesak, logistik bisa langsung didorong tanpa harus mengambil dari gudang utama,” jelasnya.

Saat ini, Kantor Wilayah Bulog NTT secara berkala mendistribusikan stok beras untuk disiagakan di pusat logistik darurat, khususnya di wilayah Kupang.

Skema penempatan stok di simpul transportasi ini diharapkan mampu menjamin efisiensi pasokan pangan, mendukung operasional dapur umum, serta memastikan warga terdampak gempa di pelosok NTT mendapatkan pasokan beras tanpa terkendala proses birokrasi dan jarak distribusi.

Pos terkait