Surabaya, (DOC) – Warga Rungkut Kidul merasa resah atas terjadinya pencemaran udara berupa limbah debu yang diduga berasal dari salah satu pabrik di kawasan PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER).
Atas kejadian tersebut, Senin (8/2/2021) malam, warga Rungkut Kidul mengadukan ke anggota Komisi A DPRD Surabaya Arif Fathoni.
Fadil, salah satu tokoh masyarakat Rungkut Kidul ketika dikonfirmasi Selasa (9/2/2021) mengatakan, akibat pencemaran tersebut warga merasa was-was terserang ISPA (gangguan pernafasan).
” Warga masih bermusyawarah terkait tindakan apa yang akan kita lakukan. Sebab kalau pencemaran ini dibiarkan berlarut- larut, maka kami khawatir warga akan terserang gangguan pernafasan. Yang jelas, persoalan ini sudah kita adukan ke Pak Arif Fathoni,” ujar dia.
Menurut dia, debu berwarna hitam pekat tersebut kemungkinan besar dari proses batu bara yang menumpuk di sebelah Utara pabrik atau sebelah Timur PT Rajin Steel. Akibat hembusan angin kencang debu beterbangan hingga ke permukiman warga.
Tidak hanya lantai rumah warga yang kena limbah berwarna hitam itu, tapi juga
musala dan warung kopi (warkop)
“Sejumlah warkop di Utara masjid baru saja dibersihkan, tapi kembali dipenuhi debu. Begitu juga mobil-mobil di RW 03 kapnya penuh debu,” ungkap dia.
Warga Rungkut Kidul, lanjut Fadil yang juga sesepuh Banser Rungkut, berencana membawa debu tersebut untuk diperiksakan di laboratorium lebih dulu. Ini untuk mengetahui apakah limbah tersebut berbahaya atau tidak. Apa ada rencana berunjuk rasa di lokasi pabrik, dia mengaku, masalah ini akan dikoordinasikan dulu dengan tokoh masyarakat lainnya,”tandas dia.
Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni ketika dikonfirmasi membenarkan jika Senin (8/2/2021) malam, perwakilan warga Rungkut Kidul mengadukan soal limbah berupa debu yang diduga dari pabrik di kawasan industri SIER, yakni PT Filma (Sinar Mas Group).
Atas aduan warga Rungkut Kidul dan sekitarnya , Toni meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya untuk melakukan pengecekan. Lantaran limbah yang diduga bersumber dari pabrik di kawasan industri SIER tersebut dari proses batu bara. “Tentu ini sangat mengkhawatirkan karena di masa pandemi Covid-19 seperti ini sesak nafas tentu menjadi ketakutan semua orang, “ungkap dia.
Selain itu, Toni panggilan Arief Fathoni meminta kepada manajemen PT SIER untuk melakukan pengawasan berkala, agar industrialisasi di kawasan industri SIER tetap ramah lingkungan terhadap warga Rungkut dan sekitarnya.
Terhadap pabrik yang menyebabkan limbah tersebut, Toni menuntut agar meminta maaf dan memberikann kompensasi kepada warga Rungkut dan sekitarnya. “Baik itu dengan pemeriksaan gratis maupun penggantian karpet rumah dan musala yang terkena dampak langsung dari limbah tersebut,” tandas dia.
Jika hal tersebut tak dilakukan oleh manajemen pabrik yang menyebabkan limbah tersebut, Toni yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kota Surabaya ini berharap Satpol PP Kota Surabaya untuk menutup sementara pabrik tersebut, hingga ada komitmen limbah yang dihasilkan itu ramah lingkungan.
Sementara
Direktur Operasi PT SIER, Didik Prasetiyono saat dikonfirmasi mengatakan jika pihaknya akan menerjunkan tim ke lokasi terdampak. “Saya sudah memerintahkan kepala divisi untuk meninjau lokasi. Nanti updatenya tak kabari, ” pungkasnya.
(dhi)