D-ONENEWS.COM

Atasi Siswa SMA Putus Sekolah, Pemkot Surabaya Bentuk SKB di Kenjeran

Surabaya,(DOC) – Pasca pelimpahan kewenangan pengelolaan SMA/SMK dari Pemkot Surabaya ke Pemprov Jatim, data siswa lulus SMP/SLTP yang tak mampu melanjutkan ke jenjang berikutnya meningkat.

Untuk mengatasi problem tersebut, Pemkot Surabaya menyiasatinya dengan membuka sanggar kegiatan belajar (SKB) untuk para siswa SLTP/SMP yang ingin melanjutkan pendidikannya. SKB di dirikan dikawasan Kenjeran Surabaya

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Supomo mengatakan SKB dibentuk mulai November 2019 lalu, guna membantu anak-anak putus sekolah ke tingkat SMA agar memperoleh pendidikan layak.

“Dibentuk tahun kemarin. Dibentuk karena masih ada beberapa anak,  yang kemudian harus diperhatikan oleh Pemkot. Agar kemudian nanti agar memperoleh kehidupan yang lebih baik, minat bakatnya bisa tersalurkan dan mereka juga mendapatkan ijazah kejar paket C, karena tingkat SMA,” kata Supomo, Selasa(14/1/2020).

Ia menambahkan, siswa SKB sampai sekarang ini, tercatat sebanyak 65 orang.

“Dengan adanya SKB, anak-anak bisa kembali sekolah lagi. Sekolah itu juga lebih luwes, sekolah ini lebih mengedepankan keterampilan,” katanya.

Dalam penanganan sekolah SKB ini, para peserta didik digali minta dan bakat masing-masing anak. Selain itu, mereka juga difasilitasi dan diarahkan sesuai dengan minat dan bakat masing.

“Disana, mereka ditanyain, mereka kepengen punya keterampilan yang lebih dibidang apa, maka diarahkan sesuai dengan minatnya dia, kalau mereka senang dibidang boga kita ikutkan kursus secara langsung. Kalau mintanya menjadi barista, servis handphone, otomotif langsung kita ikutkan kursus secara langsung,”.tandasnya.

Dari 65 siswa yang tergabung di SKB ini, dari latar belakang keluarga yang berbeda, mulai dari keluaraga tidak mampu, broken home dan juga dari kenakalan remaja yang terjaring Satpol PP serta outrearch dari DP5A.

“Ini data dari berbagai sumber, mulai dari yang terjaring Satpol PP, outrearch dan ada warga yang melaporkan sendiri juga ada, agar anak itu segera terbantu,” tandas Supomo.(robby)

Loading...

baca juga