D-ONENEWS.COM

Bantu Pemasaran dan Permodalan, Komisi B Kunjungi Pameran UMKM Kelurahan Sumur Welut

Surabaya, (DOC) – Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, John Thamrun mengunjungi Gelar Produk UMKM Kelurahan Sumur Welut, Kecamatan Lakarsantri di Pendopo Kelurahan Sumur Welut, Sabtu (20/11/2021).

Dalam kunjungannya, John Thamrun mendatangi satu per satu stan UMKM yang menyajikan berbagai produk seperti tas, sepatu, pakaian, makanan dan minuman.

Usai mengelilingi semua stan dan mencicipi berbagai produk olahan makanan dan minuman, John Thamrun mengaku kaget dengan produk UMKM di Sumur Welut, lantaran kualitasnya tidak hanya kualitas lokalan Sumurwelut, tapi sudah melebihi standar Kota Surabaya.

“Saya melihat hasil produk UMKM ini sudah seharusnya keluar dari Kota Surabaya. Artinya, kualitas produk-produk UMKM ini saatnya dibantu agar dikenal masyarakat luas. Bukan hanya dari Kota Surabaya saja, bukan hanya Jatim, tapi sampai tingkat nasional,”ujar dia, Sabtu (20/11/2021).

Apa yang menjadi kendala? Politisi PDI-P ini menyatakan, kendala yang dialami para pengusaha UMKM adalah sistem pemasaran dan permodalan. Mereka membutuhkan pendanaan yang lebih besar.

“Tadi ada sepatu yang dibuat dari bahan kulit kambing dan pewarnanya semua natural. Bahkan, produk ini sampai dijual ke luar negeri, “ungkap dia.

Dengan adanya produk yang sudah dijual sampai luar negeri ini, John Tamrun berharap Pemkot Surabaya lebih aktif lagi membantu masyarakat di Sumur Welut maupun masyarakat di daerah lainnya agar roda perekonomian masyarakat bisa berputar lebih cepat lagi.

“Sesuai dengan apa yang dikatakan Presiden Jokowi, bahwa UMKM harus didukung. Bahwa keberpihakan pemerintah hari ini harus lebih lagi kepada pedagang-pedagang UMKM. Jangan hanya pengusaha besar saja, “tandas dia.

Justru pengusaha-pengusaha dari UMKM ini yang harus didukung. Sebab, mereka merupakan salah satu pilar ekonomi bagi Indonesia.”Kalau UMKM ini tak didukung, maka akan berat sekali keadaan ekonomi kita,” tegas dia.

Harapan besar John Thamrun adalah Pemkot Surabaya lebih lagi untuk memperhatikan dengan sangat serius keberadaan para pedagang UMKM ini.

Lebih dari itu, lanjut dia, Komisi B mendorong bahwa ada program dari Pemkot Surabaya, khususnya Lurah Sumur Welut untuk mengadakan bazar ini secara rutin.

“Saya akan menyampaikan kepada Pemkot Surabaya agar kran pendanaan kerja sama dengan seluruh perbankan pemkot atau milik pemerintah di tingkat nasional harus bisa mendukung dengan bunga yang rendah, sehingga terjadi perputaran dana perekonomian di dalam masyarakat ini. Dengan begitu masyarakat akan makmur dan perekonomian menjadi sehat.

John Thamrun menegaskan, jangan hanya bicara soal kesehatan, tapi hari ini perekonomian akan terpuruk jika tak diperhatikan. Masyarakat sehat, ekonomi tidak bangkit, ini juga berbahaya.
“Kita harus selalu ingat bahwa keadaan saat ini seperti satu keping koin dengan dua sisi. Ekonomi penting, kesehatan juga penting. Keduanya harus berjalan seiring. Itu baru bisa mencapai pada masyarakat yang makmur,” pungkas dia.

Sementara itu, Lurah Sumur Welut Sri Wahyoeningtyasih menyebutkan,
sudah banyak UMKM-UMKM dari Sumur Welut ini yang sudah masuk dan diakui Pemkot Surabaya.

“Hanya saja saya masih butuh bantuan dari pihak-pihak terkait untuk mengangkat dan lebih memajukan UMKM Sumur Welut ini,” tutur dia.

Soal pelatihan-pelatihan untuk UMKM, dia menjelaskan, biasanya OPD terkait atau pihak-pihak langsung menghubungi UMKM-nya, tidak melalui kelurahan.

“Yang sudah terdata 20 UMKM. Tapi masih banyak bermunculan. Ya, mungkin karena pandemi Covid-19 kemarin, mungkin mereka off, tak produksi dulu. Kita akan berusaha adakan bazar-bazar seperti ini. Dan, ini bazar yang kedua kalinya.

Ditanya produk UMKM andalan Sumur Welut, dia menegaskan, semua produk diharapkan jadi andalan. (dhi)

Loading...

baca juga