
Surabaya, (DOC) – Polemik dugaan penelantaran anak berusia 5 tahun berinisial A antara sang ibu, Agustin Arimardika (33) alias Ayu, dengan mantan suaminya, Sunardi (33), terus bergulir. Menyambangi Rumah Aspirasi Wakil Wali Kota Surabaya Armuji pada Sabtu (1/8/2026), Ayu secara terbuka memberikan klarifikasi dan bantahan atas sejumlah temuan serta pernyataan yang menyudutkan dirinya.
Di hadapan media, Ayu secara jujur mengakui bahwa dirinya belum memegang bukti hukum secara langsung terkait tuduhan sang mantan suami mengajak anak mereka mengemis. Pengakuan ini mencuat setelah pihak ayah membantah tuduhan tersebut dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) Surabaya melakukan pengecekan di lapangan.
“Ya memang selama ini saya belum bisa membuktikan untuk anak saya mengemis apa tidak, ya. Karena kan saya dari laporan-laporan banyak pihak yang menyampaikan begitu,” ungkap Ayu.
Meski demikian, Ayu membantah keras kesimpulan DP3A-PPKB Surabaya yang menyebut anaknya dalam kondisi baik. Menurut Ayu, kunjungan petugas yang hanya berlangsung beberapa jam tidak bisa menggambarkan penderitaan anaknya yang sebenarnya selama lima bulan terakhir di bawah pengasuhan mantan suami.
“Bohong, itu kan tahunya hanya hari itu saja, kalau yang sebelum-sebelumnya kan tidak tahu. Tapi yang lebih tahu itu saya ibunya,” tegasnya sambil menyinggung foto sang anak yang tampak kurus dan tertidur beralaskan kardus di emperan Pasar Keputran.
Ayu juga memberikan tanggapan menohok atas kesaksian tetangga mantan suaminya, Marini (Rintul), yang sebelumnya menuding Ayu pernah menyuruh membuat foto rekayasa (settingan) seolah-olah A ditelantarkan di jalanan demi imbalan uang.
Menepis tuduhan itu, Ayu memutarkan bukti rekaman suara (voice note) dari Marini yang justru menunjukkan empati atas kondisi sang anak.
“Mesakke Mbak, ndelok anakne sampeyan, temenan, jarang mangan loh. (Kasihan Mbak melihat anakmu, beneran jarang makan loh),” bunyi rekaman suara Marini yang ditunjukkan Ayu.
Ayu mengklaim justru Marini yang awalnya bersimpati dan menawarkan bantuan untuk mengambil sang anak secara diam-diam. Namun kini, setelah kasusnya viral, Marini dan pihak keluarga Sunardi justru memblokir seluruh akses komunikasinya.
Di luar polemik saling tuduh, Ayu menegaskan fokus utamanya saat ini hanyalah mengambil kembali hak asuh kedua anaknya. Ia menilai kondisi ekonomi Sunardi yang bekerja serabutan tidak stabil untuk menjamin tumbuh kembang serta pendidikan anak-anak mereka.
Meski bertekad memperjuangkan hak asuh sepenuhnya, Ayu berjanji tidak akan membatasi Sunardi jika kelak ingin bertemu dengan buah hati mereka.
“Harapan saya pengin cepat selesai, terus melanjutkan hidup. Pokoknya saya mau anak saya kembali, saya yang mengasuh. Kalau ayahnya mau membawa saat libur sekolah tidak apa-apa, boleh bertemu dan tidak ada pembatasan,” pungkas Ayu.





