Belasan Remaja Diamankan Polisi, Diduga akan Gelar Perang Sarung

Surabaya,(DOC) – Diduga akan lakukan perang sarung di tengah jalan raya, belasan remaja tanggung diamankan ke Mapolsek Sawahan Surabaya, setelah mereka berlari dan terjebak di Banyu Urip Wetan Tengah Buntu 2, Kelurahan Banyu Urip, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya.

Sebanyak puluhan remaja laki-laki, berlarian dan berpencar masuk ke gang-gang sempit di Jalan Banyu Urip. Bahkan aktivitas yang mereka lakukan itu cukup membuat geram warga dan sekiranya dibubarkan oleh warga.

Bacaan Lainnya

Karena dibubarkan warga inilah, para remaja ini lari tunggang-langgang berpencar. Naasnya, 18 remaja salah memilih jalan untuk lari, karena gang yang dimasuki mereka ternyata buntu, dan warga sekitar menutup pagar gang sehingga mereka terjebak.

Salah seorang warga sekitar, Faruddin mengatakan, jika mereka ini terjebak di lokasi tersebut pada setengah 1 malam. Dugaan warga, mereka akan melakukan tawuran dengan jumlah orang cukup banyak.

“Tadi banyak. Tapi yang terjebak belasan orang karena warga menutup portalnya, jadi mereka enggak bisa keluar,” ujar Faruddin, Kamis (24/3/2022) dinihari.

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh para remaja ini sangat mengganggu. Terlebih lagi mereka melakukannya di jalan yang kendaraan bermotor masih cukup banyak meski malam hari, dan dilakukan disaat orang beristirahat.

“Ya ganggu lah pastinya, apa lagi jamnya orang tidur,” ungkapnya.

Sementara itu, Kanit Binmas Polsek Sawahan, Inspektur Satu (Iptu) Hidayat membenarkan, jika para remaja ini akan perang sarung. Namun tempatnya di tengah jalan.

“Informasi awal katanya perang sarung, guyonan. Namun kalau dari keterangan warga, memang membahayakan, terlebih lagi di jalan umum, dan warga juga menilai membuat gaduh di kawasan masyarakat,” ujarnya.

Saat ini, para remaja ini sudah mulai dibawa ke Mapolsek Sawahan Surabaya, dan didata. “Kebetulan ini tadi dia lari, terus masuk gang, dan ternyata gangnya buntu. Akhirnya tertangkap disitu, jumlah 18 orang,” terangnya.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Perketat Patroli untuk Cegah Perang Sarung Selama Ramadan

“Saat ini kami mintai keterangan, untuk data dan nama-namanya, dan pihak orang tua akan saya hubungi, supaya orangtua mereka membuat surat pernyataan dan tak terulang lagi,” imbuhnya.

Selain itu, para remaja ini dipastikan bisa pulang ke rumah, dengan syarat harus dijemput orang tua, dan membuat surat pernyataan.

Hidayat juga menambahkan, jika saat terjebak dan digeledah oleh polisi, tidak ditemukan batu, hanya sarung-sarung yang mereka bawah.

“Secepatnya kalau bisa, paling tidak besok pagi ya, karena orangtuanya juga kami hubungi. Waktu, saya terima tidak ada batu, cuma hanya sarung aja,” tandasnya.(ang/r7)

Pos terkait