Jakarta (DOC) – Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara atau suspend operasional SPPG Tanggulangin, yang sebabkan keracunan di Pondok Pesantren (Ponpes) Manba’ul Hikam Putat Tanggulangin.
“Kami juga melakukan suspend berat, dengan kategori berat, selama 30 hari terhadap SPPG Sidoarjo, Tanggulangin,” ujar Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumeda dalam keterangan pers, Rabu (2/9/2026).
Ketut menuturkan, BGN juga mengusulkan kepala SPPG tersebut untuk dicopot sekaligus dicari penggantinya.
“Selanjutnya pada saat ini kita akan fokus dengan melakukan penyelamatan, bagaimana kesehatan dari anak-anak kita ini di beberapa rumah sakit. Ini yang kita utamakan,” tuturnya.
Ketut menyebut, berdasarkan data yang sudah dilakukan tim investigasi di lapangan, total yang terdampak keracunan MBG sebanyak 512 orang.
“Yang masih dilakukan perawatan sekitar 80 orang dan sudah keluar dari rumah sakit yang dicatatkan sembuh sebanyak 312 orang,” ucapnya.
Saat ini, lanjut Ketut, BGN masih juga melakukan observasi terhadap 120 orang.
“Pimpinan kami di bagian sudah melakukan satu komunikasi secara intensif dengan kepala daerah, kemudian dengan pimpinan pondok pesantren, MA dan MTS Mambaus Shibyan,” jelasnya.
Selain itu, BGN melakukan investigasi dengan dinas kesehatan terkait.
“Hasilnya nanti akan kita umumkan apa yang menyebabkan terjadinya keracunan,” ucap Ketut.
Sebelumnya, korban dugaan keracunan menu MBG yang disalurkan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, bertambah menjadi 566 orang pada Rabu siang.
Korban tidak hanya berasal dari santri dan santriwati Pondok Pesantren Manba’ul Hikam Putat Tanggulangin. Siswa dari 19 sekolah lain juga mengalami keluhan kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo Lakhsmie Herawati Yuwantina mengatakan, sebanyak 88 korban masih menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara itu, sekitar 470 korban lainnya sudah dipulangkan atau menjalani rawat jalan karena kondisi mereka mulai stabil. (rd)